Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

- Pewarta

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi Tikus Sawah

Foto ilustrasi Tikus Sawah

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mencatat temuan kasus leptospirosis sepanjang awal 2026. Dari total 13 kasus suspek yang diperiksa sejak Januari hingga Mei, sebanyak 11 di antaranya dinyatakan positif terinfeksi bakteri leptospira.

Satu pasien dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan, mengatakan dua kasus lainnya dinyatakan negatif setelah melalui pemeriksaan.

“Dari 13 suspek, dua dinyatakan negatif leptospirosis. Sementara suspek yang dinyatakan positif alhamdulillah mulai sembuh,” kata Aris, Rabu (13/5/2026).

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira dan umumnya menular melalui urine atau kotoran tikus yang telah terinfeksi. Penularan dapat terjadi ketika bakteri mencemari air, tanah, maupun makanan, lalu masuk ke tubuh melalui luka terbuka, mata, hidung, atau mulut.

Menurut Aris, lingkungan pertanian menjadi salah satu area dengan risiko paparan cukup tinggi.

“Tikus sawah menjadi salah satu vektor utama leptospirosis. Karena itu, masyarakat yang aktivitasnya banyak di area persawahan perlu lebih berhati-hati,” ujarnya.

Kabupaten Tulungagung yang memiliki banyak wilayah pertanian dinilai memiliki kerentanan tersendiri terhadap penyebaran penyakit tersebut, terutama saat aktivitas di sawah meningkat atau ketika genangan air dan sanitasi lingkungan kurang terjaga.

Meski terdapat kasus kematian, Dinkes menyebut angka fatalitas tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini ada satu pasien meninggal dunia akibat leptospirosis,” jelas Aris.

Gejala awal leptospirosis kerap menyerupai penyakit umum lainnya, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga lemas. Kondisi inilah yang sering membuat pasien terlambat menyadari infeksi.

Pada kasus berat, leptospirosis dapat menyebabkan gangguan ginjal, kerusakan hati, hingga perdarahan.

Karena itu, Dinkes mengimbau warga yang bekerja di sawah, kebun, atau area berlumpur untuk menggunakan alat pelindung diri, seperti sepatu boots dan sarung tangan, guna mengurangi risiko kontak langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi.

Aris juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah beraktivitas di lingkungan berisiko.

“Kalau ada keluhan seperti demam, pusing, nyeri otot, terutama setelah bekerja di sawah atau tempat becek, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Temuan kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit berbasis lingkungan masih perlu mendapat perhatian serius. Selain perilaku hidup bersih, pengendalian populasi tikus dan pengelolaan sanitasi lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan.

Dengan mayoritas penduduk di sejumlah wilayah Tulungagung masih bergantung pada sektor pertanian, kewaspadaan terhadap leptospirosis dinilai tidak bisa dianggap sepele. (gun)

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru