AS Pulang Tangan Kosong, Iran Tolak Tawaran Terakhir – Ketegangan Baru Tak Terhindarkan

- Pewarta

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Delegasi tinggi Washington yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance meninggalkan meja perundingan tanpa kesepakatan, setelah Teheran menolak proposal yang diajukan.

Pertemuan yang digelar di Islamabad itu awalnya diharapkan menjadi titik balik dalam meredakan ketegangan kedua negara. Namun hasilnya justru sebaliknya: negosiasi berhenti di tengah jalan, tanpa titik temu.

Dalam pernyataannya usai pertemuan, Vance menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan batas yang jelas dalam perundingan. Ia menyebut proposal yang dibawa delegasi AS merupakan penawaran paling akhir yang bisa diberikan.

Menurutnya, Washington telah membuka ruang kompromi pada beberapa aspek, tetapi tetap mempertahankan garis tegas pada isu-isu utama yang dianggap tidak bisa ditawar. Penolakan dari Iran dinilai sebagai sinyal keras bahwa perbedaan posisi kedua negara masih sangat jauh.

Di sisi lain, keputusan Iran menolak proposal tersebut mempertegas sikap politik luar negerinya yang tidak ingin tunduk pada tekanan eksternal, khususnya dari AS. Langkah ini juga menunjukkan bahwa Teheran masih memilih jalur konfrontatif dibanding kompromi dalam isu strategis yang tengah dinegosiasikan.

Kegagalan perundingan ini berpotensi memperpanjang ketegangan yang selama ini sudah mengendap. Hubungan kedua negara sebelumnya telah diwarnai konflik berkepanjangan, mulai dari sanksi ekonomi, isu nuklir, hingga persaingan pengaruh di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan. Tanpa kesepakatan, peluang eskalasi konflik tetap terbuka, terutama jika masing-masing pihak kembali mengambil langkah sepihak.

Hingga kini belum ada sinyal lanjutan mengenai jadwal pertemuan berikutnya. Kedua pihak juga belum menunjukkan indikasi akan melunakkan posisi masing-masing dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut membuat jalur diplomasi kembali berada di titik rawan—di mana setiap kegagalan negosiasi bukan hanya soal perbedaan kepentingan, tetapi juga berpotensi memicu krisis yang lebih luas.

Sumber: Sputnik

Berita Terkait

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh
Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah
Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat
Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres
Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:01 WIB

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:41 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

Senin, 4 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:50 WIB

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:33 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:28 WIB

Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB

Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB