TRENGGALEK, Lumineerdaily.com – Pergantian kepengurusan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Trenggalek menjadi momentum pembenahan sistem pembinaan olahraga daerah.
Pelantikan pengurus baru yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (23/4/2026), menandai kelanjutan masa bakti hingga 2028 di bawah kepemimpinan Doding Rahmadi.
Kepengurusan baru membawa pendekatan berbeda dengan mengelompokkan sekitar 35 cabang olahraga (cabor) ke dalam tiga kategori: unggulan, prestasi, dan harapan.
Skema ini dirancang untuk menghubungkan capaian prestasi dengan dukungan program dan anggaran. Cabor yang menunjukkan perkembangan akan mendapatkan peningkatan fasilitas dan intensitas pelatihan.
Pendekatan tersebut menjadi langkah awal menuju sistem pembinaan berbasis kinerja, meski implementasinya akan bergantung pada konsistensi evaluasi di lapangan.
Fokus jangka menengah diarahkan pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2027. KONI Trenggalek mulai memetakan potensi atlet dan menyiapkan program pemusatan latihan lebih awal.
Sebanyak 20 atlet inti ditargetkan masuk program latihan terpusat selama satu tahun. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan atlet dibanding pola persiapan jangka pendek yang selama ini kerap dilakukan.
Pada tahun 2026, terdapat tambahan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk mendukung pelatihan, pemusatan latihan, dan operasional. Selain itu, perencanaan skema bonus atlet juga mulai disusun untuk tahun berikutnya.
Namun demikian, efektivitas penggunaan anggaran menjadi catatan penting. Sistem berbasis prestasi membutuhkan transparansi serta pengawasan agar alokasi dana benar-benar berdampak pada peningkatan capaian olahraga.
Perpindahan atlet ke daerah lain masih menjadi tantangan. Kepengurusan baru menilai persoalan ini tidak sepenuhnya terkait loyalitas, melainkan komunikasi dan kejelasan jalur pembinaan.
Perbaikan komunikasi internal serta kepastian proyeksi atlet diharapkan dapat menekan potensi kehilangan atlet potensial ke daerah lain.
Ketua KONI Jawa Timur, Mohammad Nabil, menekankan pentingnya konsistensi latihan dan peningkatan jam terbang melalui kompetisi.
Ia juga mendorong fokus pada cabang olahraga individual yang dinilai lebih terukur dalam menghasilkan prestasi. Dukungan dari tingkat provinsi disebut akan mencakup pendampingan dan evaluasi program pembinaan.
Pergantian kepengurusan ini menjadi titik awal evaluasi menyeluruh terhadap sistem olahraga di daerah. Tantangan tidak hanya pada peningkatan prestasi, tetapi juga pada pemerataan pembinaan dan efisiensi pengelolaan sumber daya.
Langkah reformasi yang diusung kepengurusan baru menunjukkan arah pembinaan yang lebih sistematis. Namun, keberhasilan strategi ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, transparansi anggaran, serta kemampuan menjaga dan mengembangkan potensi atlet lokal.
Pekan Olahraga Provinsi 2027 akan menjadi indikator awal keberhasilan perubahan tersebut.
(gun)







