Data Naik Tajam, Pengelolaan Sampah Trenggalek Perlu Evaluasi Serius

- Pewarta

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Lonjakan timbulan sampah di Kabupaten Trenggalek menunjukkan tren yang tidak bisa lagi dianggap biasa. Data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Trenggalek (DLH) mencatat, total produksi sampah meningkat dari 33.469 ton pada 2024 menjadi 37.427 ton di 2025.

Kenaikan ini terjadi di tengah berbagai upaya pengendalian yang selama ini lebih banyak bertumpu pada imbauan kepada masyarakat. Fakta tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah sistem pengelolaan sampah yang berjalan saat ini sudah cukup kuat menahan laju peningkatan?

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Trenggalek, Fahmi Rizab Syamsudi, menjelaskan bahwa setiap individu rata-rata menghasilkan sekitar 0,4 kilogram sampah per hari. Angka ini mengacu pada standar nasional dan menjadi gambaran pola konsumsi masyarakat yang terus berkembang.

“Kalau mengacu SNI, produksi sampah per orang sekitar 0,4 kilogram per hari,” ujarnya.

DLH selama ini mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya. Sampah organik diharapkan dapat diolah secara mandiri, sementara sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang.

Dalam perhitungan DLH, jika sistem ini berjalan optimal, hanya sekitar 20 persen sampah yang seharusnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Namun kondisi di lapangan menunjukkan hal berbeda. Volume sampah justru terus meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, pendekatan berbasis imbauan belum sepenuhnya menghasilkan perubahan signifikan.

Sebagian besar sampah berasal dari aktivitas rumah tangga, terutama sisa makanan dan kemasan sekali pakai. Gaya hidup praktis, termasuk maraknya makanan berkemasan dan layanan pesan antar, mempercepat pertumbuhan sampah harian.

Jenis sampah yang paling sulit dikendalikan adalah plastik sekali pakai. Mulai dari kantong kresek, styrofoam, sedotan, hingga kemasan mika masih mendominasi.

DLH mengakui sebagian besar material tersebut sulit didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi rendah. Bahkan beberapa di antaranya tidak dapat diolah kembali.

Di tengah kondisi tersebut, upaya pengendalian yang ada dinilai masih membutuhkan penguatan. Selama ini, pendekatan yang digunakan lebih banyak berupa imbauan melalui surat edaran kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Langkah tersebut penting, namun dinilai belum cukup untuk menekan peningkatan volume sampah secara signifikan. Tanpa dukungan kebijakan yang lebih terukur—termasuk pengawasan distribusi plastik sekali pakai, laju sampah berpotensi terus meningkat.

Pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kesadaran masyarakat. Sistem di hulu, termasuk pola produksi dan distribusi barang, juga memiliki peran besar dalam menentukan jumlah sampah yang dihasilkan.

Jika masyarakat diminta mengurangi sampah, maka pengendalian di tingkat produsen dan pelaku usaha juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Lonjakan data sampah di Trenggalek menjadi sinyal bahwa diperlukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi kebijakan, infrastruktur, maupun pengawasan.

Tanpa langkah yang lebih tegas dan konsisten, peningkatan volume sampah berpotensi terus berlanjut, seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.

Di titik ini, persoalan sampah tidak lagi sekadar urusan kebersihan, melainkan bagian dari tata kelola lingkungan yang membutuhkan keputusan yang lebih kuat dan terukur.

(gun)

Berita Terkait

Trenggalek Percantik Ruang Publik Lewat CSR Bank Jatim, Dukung Visi Kota Atraktif dan Ekonomi Lokal
DPRD Trenggalek Perkuat Perlindungan Koperasi dan UMKM Lewat Perda Baru
Trenggalek dan Imigrasi Ponorogo Perkuat Diseminasi Informasi, Fokus Lindungi Calon Pekerja Migran
Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:47 WIB

Trenggalek Percantik Ruang Publik Lewat CSR Bank Jatim, Dukung Visi Kota Atraktif dan Ekonomi Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:55 WIB

DPRD Trenggalek Perkuat Perlindungan Koperasi dan UMKM Lewat Perda Baru

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:08 WIB

Trenggalek dan Imigrasi Ponorogo Perkuat Diseminasi Informasi, Fokus Lindungi Calon Pekerja Migran

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Berita Terbaru