Larung Sembonyo Prigi Dorong Ekonomi Pesisir, Tradisi Nelayan Bertransformasi Jadi Daya Tarik Wisata

- Pewarta

Jumat, 24 April 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dokumentasi

Foto Dokumentasi

TRENGGALEK, lumineerdaily.com – Tradisi tahunan Larung Sembonyo kembali digelar di kawasan pesisir Pantai Prigi, Kamis (23/4/2026). Selain sebagai ritual budaya, kegiatan ini kini berkembang menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan pariwisata lokal.

Ribuan warga memadati jalur kirab hingga area Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi untuk menyaksikan rangkaian prosesi yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat nelayan setempat.

Prosesi diawali dengan kirab buceng atau tumpeng raksasa yang diarak dari Kantor Kecamatan Watulimo menuju pelabuhan. Hasil bumi yang disusun dalam bentuk simbolik menjadi representasi rasa syukur atas hasil laut.

Di pelabuhan, nelayan bersama tokoh masyarakat menggelar doa bersama sebagai bentuk harapan akan keselamatan dan keberkahan saat melaut.

Ketua panitia, Wanto, menyebut tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan tetap dijaga sebagai identitas budaya pesisir.

Dalam beberapa tahun terakhir, Larung Sembonyo tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

Kehadiran pengunjung turut mendorong aktivitas ekonomi warga, mulai dari pedagang makanan, pelaku usaha kecil, hingga sektor transportasi lokal.

Momen ini juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi potensi daerah, khususnya sektor kelautan dan pariwisata berbasis budaya.

Puncak acara ditandai dengan pelarungan buceng ke tengah laut. Ratusan perahu nelayan mengiringi prosesi tersebut, menciptakan pemandangan khas di perairan Prigi.

Ritual ini menjadi simbol penghormatan terhadap laut sekaligus doa kolektif masyarakat nelayan.

Di tengah perkembangan zaman, keberlanjutan tradisi ini menjadi tantangan tersendiri. Perubahan pola ekonomi dan generasi muda yang mulai bergeser dari sektor nelayan menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

Namun, keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan acara menunjukkan bahwa nilai gotong royong dan kearifan lokal masih terjaga.

Larung Sembonyo dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda wisata unggulan daerah. Dengan pengelolaan yang terarah, tradisi ini dapat memberikan dampak lebih luas tanpa menghilangkan nilai sakral yang melekat.

Larung Sembonyo tidak hanya menjadi simbol spiritual masyarakat nelayan, tetapi juga mencerminkan dinamika budaya yang beradaptasi dengan kebutuhan ekonomi modern. Tradisi ini menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

(gun)

Berita Terkait

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai
Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek
DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun
Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor
Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi
Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:19 WIB

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai

Rabu, 9 September 2026 - 23:58 WIB

Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas

Selasa, 8 September 2026 - 15:54 WIB

Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek

Kamis, 3 September 2026 - 19:09 WIB

DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terbaru