Lumineerdaily.com – Di hamparan gurun Bahrain yang gersang, berdiri sebuah pohon yang selama ratusan tahun menjadi perhatian ilmuwan, wisatawan, hingga masyarakat lokal.
Pohon tersebut dikenal sebagai Tree of Life atau Shajarat al-Hayat, yang berarti Pohon Kehidupan.
Lokasinya berada sekitar 6 kilometer dari Jebel Dukhan, titik tertinggi di Bahrain, dan sekitar 40 kilometer dari Manama.
Yang membuat pohon ini menarik adalah kemampuannya bertahan hidup di tengah lingkungan ekstrem.
Tidak ada sungai, tidak ada sumber air permukaan, dan hampir tidak ditemukan vegetasi lain di sekitar lokasi.
Meski berada di wilayah dengan curah hujan tahunan hanya sekitar 80 milimeter, pohon jenis Prosopis cineraria ini tetap tumbuh subur.
Pohon setinggi hampir 10 meter tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 400 tahun.

Pertanyaan terbesar yang selama ini muncul adalah bagaimana pohon itu memperoleh air.
Sejumlah penelitian menyebut sistem akarnya kemungkinan menembus sangat dalam hingga puluhan meter ke bawah tanah untuk menjangkau akuifer atau cadangan air tersembunyi.
Secara ilmiah, Prosopis cineraria termasuk kelompok phreatophyte, yakni tanaman yang memiliki akar panjang untuk mengakses air tanah di wilayah kering.
Selain akar tunggang yang dalam, pohon ini juga memiliki akar lateral yang menyebar luas.
Sistem tersebut memungkinkan tanaman menyerap sisa air hujan yang sangat terbatas sekaligus menjaga kestabilan tanah berpasir.
Kemampuan adaptasi pohon ini juga terlihat dari struktur daunnya.
Daun berukuran kecil membantu mengurangi penguapan air.
Dalam kondisi ekstrem, pohon dapat menggugurkan daun secara alami untuk menghemat cadangan air.
Penelitian terbaru turut menemukan faktor lain yang mendukung ketahanan pohon tersebut.

Studi yang dipublikasikan pada 2024 dalam jurnal Microbiology Spectrum mengungkap keberadaan komunitas mikroba kompleks di akar pohon.
Bakteri seperti Rhizobium, Agrobacterium, dan Ensifer ditemukan hidup bersimbiosis dengan akar untuk membantu penyerapan nutrisi serta fiksasi nitrogen.
Kemitraan biologis ini dinilai penting karena tanah gurun umumnya miskin unsur hara.
Sebelumnya, penelitian dari United Arab Emirates University juga berhasil memetakan genom lengkap Prosopis cineraria.
Hasilnya menunjukkan adanya ekspansi gen tertentu yang berkaitan dengan metabolisme dan ketahanan terhadap panas ekstrem.
Bagi Bahrain, Tree of Life bukan sekadar fenomena botani.
Halaman : 1 2 Selanjutnya













