Kasus Diabetes di Trenggalek Jadi Perhatian, Dinkes Dorong Warga Rutin Cek Kesehatan

- Pewarta

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemeriksaan gula darah menjadi salah satu langkah deteksi dini untuk mencegah komplikasi diabetes melitus yang terus meningkat di masyarakat. ( Foto:  ilustrasi )

Pemeriksaan gula darah menjadi salah satu langkah deteksi dini untuk mencegah komplikasi diabetes melitus yang terus meningkat di masyarakat. ( Foto: ilustrasi )

TRENGGALEK, lumineerdaily.com – Diabetes melitus masih menjadi tantangan kesehatan yang terus meningkat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Trenggalek. Penyakit ini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup kurang sehat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, mengatakan diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai tingginya kadar gula darah.

Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh kekurangan insulin atau insulin tidak bekerja secara efektif dalam mengatur kadar glukosa.

“Diabetes melitus terjadi ketika tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula darah dengan baik,” ujar Andiek.

Menurutnya, peningkatan kasus diabetes tidak lepas dari perubahan pola konsumsi masyarakat, minimnya aktivitas fisik, serta tingginya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Trenggalek terus memperkuat layanan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang disediakan pemerintah untuk memantau kondisi tubuh sejak dini.

Bagi peserta BPJS Kesehatan, tersedia layanan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang difokuskan pada pendampingan pasien diabetes dan hipertensi.

Program tersebut mencakup pemeriksaan berkala, pemberian obat, konsultasi kesehatan, hingga edukasi pengendalian penyakit.

Selain itu, sejumlah puskesmas di Trenggalek juga rutin menggelar kegiatan fisik seperti senam bersama untuk membantu pasien menjaga kebugaran tubuh.

“Di puskesmas juga ada kegiatan seperti senam rutin untuk membantu menjaga kondisi pasien, selain itu juga ada Prolanis,” katanya.

Andiek menegaskan, pencegahan diabetes sangat bergantung pada perubahan gaya hidup.

Masyarakat diimbau menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi gula, mengurangi asupan karbohidrat berlebihan, serta menghindari makanan olahan tinggi kalori.

Ia juga menyarankan konsumsi makanan kaya serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian, serta memperbanyak minum air putih.

Aktivitas fisik minimal 30 menit per hari dan menghentikan kebiasaan merokok juga dinilai penting untuk menurunkan risiko diabetes.

Menurut Andiek, penggunaan gula khusus untuk penderita diabetes bukan solusi utama apabila pola makan tidak dikontrol dengan baik.

“Yang paling penting adalah disiplin dalam menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat dapat membantu menekan angka diabetes di Trenggalek dalam jangka panjang.

(gun)

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB