TRENGGALEK, lumineerdaily.com – Penurunan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Trenggalek pada paruh pertama 2026 tidak membuat kewaspadaan ikut menurun. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) menilai pencegahan tetap menjadi langkah paling penting untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek, Andiek Muarifin, mengatakan kondisi saat ini memang lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Namun, masyarakat diminta tetap aktif menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk pembawa virus dengue tidak berkembang biak.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kasus tidak lepas dari peran masyarakat dalam menerapkan pemberantasan sarang nyamuk serta menjaga lingkungan tetap bersih. Upaya tersebut dinilai harus terus dilakukan meski jumlah penderita mulai berkurang.
Andiek menegaskan, potensi penularan DBD masih ada di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. Karena itu, kegiatan pencegahan tidak boleh hanya dilakukan saat kasus meningkat, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan padat penduduk maupun kawasan pegunungan sama-sama memiliki potensi menjadi lokasi berkembangnya nyamuk apabila terdapat genangan air yang tidak dikelola.
Dinkes mengajak masyarakat memperkuat budaya hidup bersih dengan rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Dengan langkah pencegahan yang dilakukan secara konsisten, pemerintah berharap tren penurunan kasus DBD di Trenggalek dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun. (Gun)















