VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI

- Pewarta

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik dugaan pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) di MIN 1 Trenggalek belum menemukan titik terang

Polemik dugaan pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) di MIN 1 Trenggalek belum menemukan titik terang

TRENGGALEK, lumineerdaily.com –  Polemik dugaan jual beli Lembar Kerja Siswa di MIN 1 Trenggalek belum juga selesai. Alih-alih meredam, rapat dengar pendapat di DPRD Trenggalek justru membuat masalah ini semakin ruwet karena muncul keterangan yang saling bertentangan.

Dalam hearing tersebut, pihak madrasah dan komite sama-sama dimintai keterangan terkait proses pemilihan buku, komunikasi dengan penyedia, hingga distribusi LKS kepada siswa. Namun jawaban yang disampaikan justru berbeda soal siapa yang paling berkuasa dalam menentukan pengadaan LKS.

Pihak madrasah menyebut seluruh proses berada di tangan komite. Sementara dari pihak komite ada narasi berbeda yang mengisyaratkan keterlibatan dan kendali sekolah dalam proses tersebut. Perbedaan dua versi ini membuat anggota dewan mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengadaan LKS di lembaga pendidikan dasar tersebut.

Publik pun mulai menyorot. Di media sosial, tagar dan unggahan terkait dugaan “bisnis LKS” di MIN 1 Trenggalek mendadak viral. Warga mempertanyakan, jika LKS memang dibutuhkan untuk pembelajaran, mengapa prosesnya tertutup dan menimbulkan dugaan keuntungan sepihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan resmi dari pihak sekolah. Pelaksana Tugas Kepala MTsN yang juga ikut terseret dalam sorotan karena adanya kesamaan pola pengadaan di sejumlah madrasah, belum memberikan klarifikasi apapun kepada publik maupun media.

Anggota DPRD Trenggalek menegaskan akan terus mengawal kasus ini. Mereka meminta Inspektorat dan Kemenag untuk segera turun tangan melakukan audit, agar tidak ada lagi pungutan terselubung berkedok LKS yang membebani orang tua siswa.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengadaan buku penunjang di sekolah harus transparan. Jika tidak, niat baik untuk meningkatkan mutu belajar bisa berubah menjadi polemik yang mencoreng nama baik dunia pendidikan. (Dian)

Berita Terkait

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai
Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek
DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun
Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor
Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi
Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:19 WIB

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai

Rabu, 9 September 2026 - 23:58 WIB

Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas

Selasa, 8 September 2026 - 15:54 WIB

Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek

Kamis, 3 September 2026 - 19:09 WIB

DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terbaru