Kediri, Lumineerdaily — Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, memastikan stok beras di pasaran dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Tahun Baru 2026. Hal itu disampaikan setelah tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang dan pasar tradisional di wilayah setempat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Moh Ridwan, mengatakan sidak dilakukan untuk memantau ketersediaan stok serta memastikan harga jual beras tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Sidak ini kami gelar untuk mengetahui dan memastikan harga beras, khususnya agar dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen,” ujar Ridwan di Kediri, Rabu (23/10/2025).
Dari hasil sidak bersama yang melibatkan Disperdagin, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Polres Kediri Kota, serta Bulog Kediri, diketahui bahwa stok beras masih dalam kondisi mencukupi dan aman hingga pergantian tahun.
Ridwan menambahkan, tidak ditemukan beras dengan kualitas di bawah standar selama pemantauan berlangsung.
“Beras yang dijual di pasaran memiliki kualitas cukup baik, yakni tidak berkutu, tidak berubah warna, dan tidak menggumpal,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya masih menemukan beberapa pedagang yang menjual beras di atas HET. Untuk itu, Pemkot Kediri memberikan sosialisasi dan peringatan agar pedagang menjual sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami telah memberikan imbauan agar harga sesuai HET. Jika tetap diabaikan, pedagang dapat dikenai sanksi lebih tegas,” tegas Ridwan.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, menegaskan bahwa pasokan beras di Kota Kediri masih terjaga dengan baik berkat suplai dari distributor yang cukup besar.
“Tidak ada indikasi kelangkaan. Hanya saja memang ada perbedaan harga di lapangan. Di pusat perbelanjaan modern, beras dijual sesuai HET, sekitar Rp14.900 per kilogram untuk jenis premium, sedangkan di beberapa pasar tradisional ada yang sedikit di atas HET,” terang Nurdin.
Pihaknya berharap dengan adanya sidak rutin terhadap bahan pokok, harga beras di pasaran bisa kembali stabil dan tidak melebihi batas yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga tidak memberatkan masyarakat menjelang akhir tahun.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, juga memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi sangat aman. Ia menyebut ketersediaan beras mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras nasional periode Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 29,47 juta ton. Hingga akhir tahun, total produksi diperkirakan menembus lebih dari 34 juta ton.
Adapun per 20 Oktober 2025, stok beras pemerintah di Perum Bulog tercatat sangat aman di angka 3,8 juta ton.
Dengan kondisi tersebut, Pemkot Kediri optimistis kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi hingga awal tahun mendatang tanpa gejolak harga berarti.







