Kediri – Ribuan warga Kota Kediri bersiap menerima bantuan pangan melalui program ATM beras yang kembali digulirkan pemerintah daerah. Penyaluran dijadwalkan mulai Kamis (16/4/2026), menyasar keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan.
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial Kota Kediri memastikan seluruh persiapan telah rampung, termasuk pengadaan beras dan pengecekan mesin ATM beras di setiap kelurahan.
Kepala Dinas Sosial, Imam Muttakin, menyebut total beras yang disiapkan untuk program tahun ini mencapai sekitar 32 ton.
“Semua sudah kami siapkan, termasuk pengecekan mesin di lapangan agar penyaluran berjalan lancar,” ujarnya.
Program ini menyasar 4.285 keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka merupakan kelompok desil 1 hingga 4 yang belum menerima bantuan dari program pusat seperti Bantuan Pangan Non Tunai dan Program Keluarga Harapan.
Penyaluran dilakukan melalui 46 mesin ATM beras yang tersebar di seluruh kelurahan. Sistemnya dibuat sederhana, menyerupai transaksi di ATM perbankan, namun menggunakan kartu yang cukup ditempel tanpa perlu dimasukkan ke mesin.
Setiap penerima akan mendapatkan jatah 5 liter beras per bulan, dengan pengambilan satu kali dalam satu periode distribusi.
Imam menjelaskan, pemerintah juga telah mengantisipasi kendala teknis yang sempat terjadi pada beberapa mesin. Setelah dilakukan perbaikan, seluruh perangkat kini dipastikan berfungsi normal.
“Kalau ada kendala saat pengambilan, bisa dilaporkan ke kelurahan. Nanti akan dibantu secara manual,” katanya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dijadwalkan ikut memantau langsung penyaluran tahap awal program tersebut.
Pemkot menegaskan bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, bukan untuk diperjualbelikan. Warga diminta menggunakan bantuan secara bijak, terutama di tengah tekanan ekonomi dan naiknya harga kebutuhan pangan.
Program ATM beras ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat kurang mampu.
Dengan sistem yang praktis dan distribusi yang merata, Pemkot Kediri berharap bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi warga yang membutuhkan.
(bad)







