Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

- Pewarta

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap mengepul dari wilayah Lebanon selatan usai serangan udara Israel di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh. (Foto Aljazera)

Asap mengepul dari wilayah Lebanon selatan usai serangan udara Israel di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh. (Foto Aljazera)

Lumineerdaily.com – Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon selatan dan menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk seorang petugas pertahanan sipil, di tengah situasi gencatan senjata yang belum sepenuhnya stabil.

Informasi tersebut disampaikan otoritas Lebanon pada Jumat (8/5/2026), setelah serangkaian serangan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah seperti Tyre, Nabatieh, Bint Jbeil, hingga Sidon.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut empat orang tewas dalam serangan udara di Kota Toura, Distrik Tyre, termasuk dua perempuan. Delapan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Serangan itu menyebabkan kerusakan bangunan dan memicu operasi pencarian korban di bawah reruntuhan.

Media pemerintah Lebanon melaporkan tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap seorang anak perempuan yang dinyatakan hilang usai serangan.

Di lokasi lain, tim Palang Merah Lebanon juga menemukan dua jenazah warga yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah serangan udara pada Kamis di wilayah Blat, Distrik Marjayoun.

Selain serangan udara, sebuah drone militer Israel dilaporkan menyerang kendaraan di jalan penghubung Kfarchuba dan Kfarhamam, Distrik Hasbaya.

Serangan tersebut menewaskan seorang anggota pertahanan sipil Lebanon.

Militer Israel melalui juru bicara berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan evakuasi bagi sejumlah wilayah di Lebanon selatan.

Penduduk di beberapa kota dan desa diminta meninggalkan area menyusul operasi militer yang disebut masih berlangsung.

Situasi ini memperlihatkan rapuhnya gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Amerika Serikat dan mulai berlaku pada pertengahan April lalu.

Meski kesepakatan telah diumumkan, bentrokan sporadis dan saling serang antara Israel dan Hizbullah terus terjadi.

Militer Israel menyebut serangan drone dari Hizbullah melukai sejumlah tentaranya di wilayah utara Israel dan area perbatasan selatan Lebanon.

Sementara Hizbullah mengklaim telah melancarkan beberapa serangan terhadap posisi militer Israel sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata.

Kelompok tersebut mengaku menargetkan pangkalan militer, kendaraan tempur, serta personel Israel di beberapa titik.

Aktivitas militer yang kembali meningkat memunculkan kekhawatiran bahwa kesepakatan penghentian konflik hanya berlangsung di atas kertas.

Dalam 24 jam terakhir, intensitas serangan udara dan artileri dilaporkan meningkat di kawasan pesisir Lebanon selatan.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sejak konflik kembali memanas pada 2 Maret, sedikitnya 2.759 orang tewas dan lebih dari 8.500 lainnya terluka.

Di tengah situasi keamanan yang memburuk, pemerintah Lebanon dijadwalkan melanjutkan negosiasi tahap kedua dengan Israel di Washington pada 14-15 Mei mendatang.

Delegasi Lebanon dipimpin diplomat senior Simon Karam.

Berita Terkait

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal
Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah
Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat
Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres
Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel
Vance Sampaikan Kekhawatiran Stok Rudal AS ke Trump, Muncul Perbedaan Pandangan di Internal Pemerintahan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:01 WIB

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:41 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

Senin, 4 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:50 WIB

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:33 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:28 WIB

Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB

Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB