Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

- Pewarta

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluang berakhirnya konflik dengan Iran masih terbuka, namun ancaman operasi militer tetap disampaikan jika negosiasi gagal. (Foto: Anadolu)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluang berakhirnya konflik dengan Iran masih terbuka, namun ancaman operasi militer tetap disampaikan jika negosiasi gagal. (Foto: Anadolu)

Lumineerdaily.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluang berakhirnya ketegangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih terbuka apabila Teheran bersedia memenuhi syarat dalam kesepakatan yang tengah dibahas.

Namun di saat yang sama, Trump juga mengeluarkan peringatan keras bahwa operasi militer dapat kembali dilanjutkan dengan intensitas lebih besar jika Iran menolak kesepakatan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Rabu (8/5/2026).

Dalam unggahannya, Trump menyebut konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dapat dihentikan apabila ada komitmen dari Teheran sesuai poin-poin yang telah dibicarakan dalam proses negosiasi.

“Dengan asumsi Iran menyetujui apa yang telah disepakati, maka operasi ini dapat berakhir,” tulis Trump.

Meski demikian, ia mengakui kesepakatan tersebut belum final dan masih bergantung pada keputusan Iran.

Trump juga menyinggung keberhasilan blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat di sekitar jalur strategis Timur Tengah.

Menurut dia, kebijakan tersebut dinilai efektif dalam mengendalikan lalu lintas maritim, termasuk membuka kembali akses di Selat Hormuz apabila situasi stabil.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Sebagian besar distribusi minyak global melewati kawasan ini, sehingga setiap gangguan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memicu gejolak harga energi internasional.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan kapal induk USS George H.W. Bush bersama sejumlah kapal perang, pesawat tempur, dan personel militer dikerahkan untuk mendukung operasi keamanan maritim di kawasan.

Menurut CENTCOM, pengerahan tersebut merupakan bagian dari penegakan blokade laut terhadap Iran.

Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut puluhan kapal komersial telah diminta mengubah jalur atau kembali ke pelabuhan guna mematuhi kebijakan keamanan yang diterapkan.

Langkah ini menunjukkan konflik tidak hanya berlangsung dalam bentuk tekanan diplomatik dan ancaman militer, tetapi juga berdampak langsung pada jalur perdagangan internasional.

Trump menegaskan apabila Iran menolak persyaratan yang diajukan, maka pemboman terhadap target-target terkait dapat kembali dilakukan.

Ia bahkan menyebut serangan berikutnya bisa berlangsung dengan “tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi.”

Meski begitu, Trump tidak mengungkap secara rinci isi kesepakatan yang sedang dinegosiasikan maupun tenggat waktu yang diberikan kepada Iran.

Belum ada penjelasan resmi terkait syarat spesifik yang harus dipenuhi Teheran.

Pemerintah Iran hingga kini juga belum memberikan respons terbuka terhadap pernyataan terbaru Trump.

Situasi ini memperlihatkan jalur diplomasi masih berjalan berdampingan dengan tekanan militer yang terus dipertahankan.

Di satu sisi, pernyataan Trump membuka ruang negosiasi dan kemungkinan deeskalasi konflik.

Namun di sisi lain, ancaman serangan lanjutan menunjukkan risiko eskalasi di kawasan Timur Tengah masih cukup tinggi.

Ketidakpastian ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian pasar global, terutama sektor energi, pelayaran, dan geopolitik kawasan.

Penulis: Tim

Editor: Redaksi

Sumber: Anandolu 

Berita Terkait

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh
Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah
Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat
Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres
Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel
Vance Sampaikan Kekhawatiran Stok Rudal AS ke Trump, Muncul Perbedaan Pandangan di Internal Pemerintahan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:01 WIB

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:41 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

Senin, 4 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:50 WIB

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:33 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:28 WIB

Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB

Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB