TULUNGAGUNG, Lumineer Daily – Merah Putih kembali berkibar di seluruh penjuru Tulungagung. Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi melaunching Gerakan Nasional Pembagian Bendera Merah Putih sebagai pemantik semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026.
Acara yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis pagi (6/8/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Mendagri Nomor 400.10.1.1/5191/SJ tanggal 10 Juli 2026 dengan tujuan menghidupkan kembali rasa cinta tanah air, memperkuat semangat nasionalisme, serta menumbuhkan jiwa gotong royong di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Agustus bukan bulan biasa karena merupakan bulan penuh sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan menjadi saksi awal kebangkitan sebagai bangsa yang merdeka. “Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita di seluruh pelosok negeri untuk memperingati hari bersejarah ini dengan penuh rasa nasionalisme,” ujarnya. Ia menambahkan, tema HUT ke-81 tahun ini adalah “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Pengibaran bendera Merah Putih di rumah, kantor, sekolah hingga pasar menjadi wujud nyata penghormatan terhadap para pejuang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tulungagung Agus Prijanto Utomo, S.E., juga menyampaikan pesan kritis dalam kesempatan tersebut. Menurutnya, gerakan ini harus menyentuh substansi, bukan sekadar seremoni pembagian bendera. “Bendera Merah Putih bukan hanya selembar kain. Ini identitas, ini harga diri bangsa. Jangan sampai setelah 17 Agustus, bendera kembali dilipat dan dilupakan. Kami ingin gerakan ini menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kedaulatan dimulai dari menghormati simbol negara di lingkungan kita sendiri,” tegas Agus. Ia juga menekankan pentingnya mengganti bendera yang sudah kusam. “Kalau kita masih cinta negara ini, masa benderanya dibiarkan sobek dan pudar. Lewat gerakan ini, kami dorong ormas and warga untuk secara sukarela mengganti bendera lama dengan yang baru. Itu bentuk penghormatan paling sederhana,” tambahnya.
Secara simbolis, Pemkab menyerahkan 10.000 buah bendera Merah Putih. Rinciannya, 350 bendera untuk setiap kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Sisanya akan disalurkan kepada warga dan Organisasi Kemasyarakatan, khususnya untuk mengganti bendera yang sudah tidak layak pakai.
Plt. Bupati berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai formalitas belaka. “Jangan berhenti di seremoni. Ini ikhtiar kita bersama menanamkan nilai kebangsaan sejak dari rumah,” pesannya.
Turut hadir dalam acara tersebut Pj. Sekretaris Sekda Kabupaten Tulungagung, Kepala Satpol PP, para Camat se-Kabupaten Tulungagung, serta tamu undangan lainnya. Dengan dikibarkannya ribuan bendera mulai Agustus ini, Pemkab Tulungagung ingin memastikan semangat kemerdekaan benar-benar hidup, mulai dari pendopo, kantor, hingga teras rumah warga.
(diAn)













