TULUNGAGUNG, Lumineerdaily.com – Hari kedua Gerakan Pangan Murah 2026 di Tulungagung pecah. Ratusan warga, pegawai, hingga pelaku UMKM kompak mengikuti acara senam massal di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol,Jumat (7/8/2026) sore.
Acara dimulai pukul 15.30 dan berlangsung meriah. Musik mengalun, peserta semangat mengikuti gerakan. Selain senam, pengunjung juga berburu kebutuhan pokok murah di 43 stan yang dibuka.
Gerakan Pangan Murah GPM 2026 resmi dibuka Pemkab Tulungagung 6-8 Agustus. Mengusung tema Pangan Berkualitas, Harga Terjangkau, Petani Sejahtera, Masyarakat Bahagia.kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memotong rantai distribusi.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyebut stok pangan di Tulungagung aman. Produksi padi, sayur, buah, hingga gula tidak hanya cukup untuk warga sendiri, tapi juga bisa dikirim ke daerah lain.
“Yang penting harga terjangkau untuk masyarakat, petani juga tetap dapat untung yang layak,” ujar Baharudin.
Dalam pembukaan, Pemkab juga menyerahkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah untuk 10 keluarga kurang mampu.
Stan yang hadir lengkap. Ada beras SPHP, gula, minyak goreng, sayur, produk UMKM, hasil kelompok tani, BUMN, BUMD, sampai produk unggulan dari seluruh kecamatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung Sony Welli Ahmadi menjelaskan kunci GPM ada di sistem jual langsung. Produsen ketemu konsumen tanpa perantara panjang.
“Jadi harga lebih murah, daya beli naik. Petani tetap untung karena tidak dipotong banyak jalur,” jelas Sony.
Saat ini inflasi Tulungagung tercatat 2,3 persen. Ke depan DKP menargetkan GPM digelar rutin setiap bulan dan bergilir di tiap kecamatan.
Dengan harga murah dan suasana senam yang ceria, warga berharap GPM terus berlanjut. Pangan murah, badan sehat, Tulungagung makin kuat.
(diAn)













