Tulungagung, LumineerDaily.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung terus memperkuat pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman, sehat dan berkualitas.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, pengemasan hingga distribusi, memenuhi prinsip higiene dan sanitasi serta dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Tulungagung, Mamik Hidayah,mengatakan pengawasan tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi (monev) serta Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap sejumlah dapur SPPG.
Dari pemeriksaan langsung di lapangan tersebut, Dinkes Tulungagung menemukan sejumlah catatan yang perlu dibenahi untuk memastikan penerapan standar higiene, sanitasi dan SOP pengolahan makanan berjalan sebagaimana mestinya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengaturan jalur keluar-masuk bahan dan makanan. Dapur SPPG idealnya memiliki pemisahan jalur antara aktivitas bersih dan kotor untuk mengurangi risiko terjadinya kontaminasi silang.
Namun, dalam pemeriksaan masih ditemukan dapur SPPG yang menggunakan satu jalur untuk berbagai aktivitas, termasuk distribusi makanan maupun kegiatan lainnya.
“Ini salah satu yang menjadi temuan kami. Idealnya ada pemisahan jalur antara yang bersih dan yang kotor sehingga potensi kontaminasi silang bisa minimalkan,” ujar Mamik.
Halaman : 1 2 Selanjutnya













