Dinkes Trenggalek Temukan Bakteri E-Coli di Sumur Warga Prambon, Air Tercemar di Atas Batas Aman

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kabupaten Trenggalek mengungkap hasil uji laboratorium terhadap sampel air sumur warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu. Hasilnya menunjukkan, air sumur mengandung bakteri Escherichia coli (E-Coli) dan tingkat kekeruhan yang jauh melebihi ambang batas aman.

Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan setelah laporan warga mengenai kondisi air sumur yang berubah warna dan berbau logam. Tim Puskesmas Tugu kemudian mengambil dua sampel air dari sumur berbeda untuk dilakukan pengujian laboratorium.

“Dari hasil uji yang kami lakukan, tingkat kekeruhan air mencapai 224 NTU, padahal standar batas aman hanya 25 NTU,” jelas Sunarto.

Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, satu dari dua sampel juga diketahui mengandung bakteri E-Coli. Menurut Sunarto, bakteri tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila air dikonsumsi tanpa melalui proses pengolahan yang tepat.

“Air dengan kandungan E-Coli bisa menyebabkan penyakit pencernaan. Kami tidak menyarankan masyarakat mengonsumsi air sumur itu secara langsung,” ujarnya.

Dari hasil pengujian awal, Dinkes tidak menemukan kandungan logam berat seperti mangan dalam air tersebut. Namun, suhu air yang mencapai 27 derajat Celcius dan bau logam yang tercium kuat menjadi indikasi adanya kandungan lain yang perlu diuji lebih lanjut.

Pada Lumineerdaily.com Sunarto menegaskan, pihaknya akan melanjutkan pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen air sumur warga, termasuk kandungan pestisida, timbal, dan bahan kimia lain yang berpotensi berbahaya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah pengolahan sederhana apabila tetap menggunakan air sumur tersebut, seperti mengendapkan, menyaring, dan merebus air sebelum dikonsumsi.

“Kalau terpaksa menggunakan, air harus diolah dulu. Setelah direbus, ambil bagian atasnya secara perlahan agar endapan tidak ikut,” tambahnya.

Foto Sumur Milik Warga Diduga Mengandung Bakteri
Petugas Mengambil Sempel Air di Sumur Warga Desa Prambon.

Kondisi air sumur keruh di Desa Prambon diketahui sudah berlangsung lama. Selama puluhan tahun, warga mengandalkan sumber air tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena keterbatasan akses air bersih.

Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk penyediaan pasokan air bersih sementara dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi warga yang terpaksa menggunakan air tercemar itu.

“Kami akan berupaya memberikan solusi terbaik agar masyarakat tidak terus bergantung pada sumber air yang tidak layak konsumsi,” tutup Sunarto.

Berita Terkait

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan
Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek
PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun
Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan
Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan
Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah
Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong
DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:56 WIB

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:09 WIB

Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:37 WIB

PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:26 WIB

Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:30 WIB

Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:17 WIB

Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:05 WIB

Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:00 WIB

DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terbaru