Indonesia Siap Resmikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lumineerdaily — Pemerintah Indonesia bersiap menorehkan sejarah baru dalam diplomasi kebahasaan internasional. Melalui kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Indonesia akan segera meresmikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia pada November 2025 mendatang.

Peresmian tersebut dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap perluasan peran bahasa Indonesia di kancah global.

Langkah ini menandai peningkatan status pembelajaran bahasa Indonesia di Al-Azhar – dari sebelumnya hanya berupa kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menjadi program studi resmi di Fakultas Bahasa dan Terjemah universitas tersebut.

Kehadiran program studi ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi global, sekaligus mempererat hubungan diplomatik Indonesia dan Mesir yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Kementerian Pendidikan menilai, pendirian program studi tersebut merupakan bentuk pengakuan dunia akademik internasional terhadap kontribusi Indonesia di bidang pendidikan, budaya, dan bahasa.

“Ini adalah momentum bersejarah. Bahasa Indonesia kini tidak hanya diajarkan, tetapi juga dikaji secara ilmiah di salah satu universitas tertua dan paling berpengaruh di dunia Islam,” ujar seorang pejabat di lingkungan Kemendikdasmen, Senin (27/10/2025).

Upaya memperkenalkan bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar telah dimulai sejak hampir satu dekade lalu melalui program BIPA yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan KBRI Kairo.
Antusiasme tinggi dari mahasiswa Mesir mendorong peningkatan status pengajaran menjadi bahasa pilihan kedua pada 2019, sebelum akhirnya mendapat persetujuan resmi menjadi program studi penuh pada 2025.

Data dari KBRI Kairo menunjukkan, jumlah mahasiswa yang mempelajari bahasa Indonesia meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir, mencerminkan besarnya minat terhadap kebudayaan dan bahasa Nusantara.

Pemerintah Indonesia menyambut positif langkah Al-Azhar yang memberikan ruang akademik bagi bahasa Indonesia. Selain memperluas jejaring pendidikan, langkah ini juga memperkuat soft power Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, disebut sebagai salah satu tokoh penting di balik lahirnya kerja sama ini. Melalui diplomasi pendidikan yang intens, ia berhasil menjembatani sinergi antara pihak Al-Azhar dan pemerintah Indonesia.

“Pendirian program studi ini adalah bentuk penghargaan terhadap kekayaan bahasa Indonesia. Kami berharap dapat melahirkan generasi muda Mesir yang menjadi jembatan hubungan budaya antara kedua negara,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah menargetkan agar keberhasilan di Al-Azhar menjadi model bagi pengembangan studi bahasa Indonesia di berbagai negara.
Melalui jaringan BIPA dan kerja sama antaruniversitas, Kemendikdasmen berharap bahasa Indonesia dapat sejajar dengan bahasa besar dunia lain dalam ranah pendidikan, diplomasi, dan penelitian kebudayaan.

Dengan rencana peresmian yang akan dilakukan pada November 2025, Indonesia menegaskan komitmennya menjadikan bahasa nasional bukan sekadar simbol identitas, tetapi juga alat diplomasi global yang berdaya saing dan berpengaruh.

Berita Terkait

Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan
Jakarta Lebih Bersih di Malam Tahun Baru 2026, Bukti Perayaan Tanpa Kembang Api Efektif Tekan Sampah
Legislator Biak Dorong Program 3 Juta Rumah Fokus Kurangi Kesenjangan Kampung–Kota
Kejari Ponorogo Selidiki Dugaan Korupsi Tambang di Hutan Negara, Operasi Baru Berhenti Usai Penyidikan
Hiu Tutul Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bayem, Tulungagung
UU Haji dan Umrah Nomor 14 Tahun 2025 Resmi Legalkan Umrah Mandiri: Antara Kebebasan dan Kekhawatiran Pelaku Usaha
Bupati Trenggalek Muchammad Arifin: Nasionalisme dan Religiusitas Bisa Bersanding, Bung Karno Telah Mencontohkannya
Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan bagi Peserta Tak Mampu, Dana Rp20 Triliun Disiapkan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 16:24 WIB

Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:53 WIB

Jakarta Lebih Bersih di Malam Tahun Baru 2026, Bukti Perayaan Tanpa Kembang Api Efektif Tekan Sampah

Minggu, 28 Desember 2025 - 08:00 WIB

Legislator Biak Dorong Program 3 Juta Rumah Fokus Kurangi Kesenjangan Kampung–Kota

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:00 WIB

Kejari Ponorogo Selidiki Dugaan Korupsi Tambang di Hutan Negara, Operasi Baru Berhenti Usai Penyidikan

Rabu, 19 November 2025 - 17:05 WIB

Hiu Tutul Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bayem, Tulungagung

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:17 WIB

Indonesia Siap Resmikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:12 WIB

UU Haji dan Umrah Nomor 14 Tahun 2025 Resmi Legalkan Umrah Mandiri: Antara Kebebasan dan Kekhawatiran Pelaku Usaha

Jumat, 24 Oktober 2025 - 18:12 WIB

Bupati Trenggalek Muchammad Arifin: Nasionalisme dan Religiusitas Bisa Bersanding, Bung Karno Telah Mencontohkannya

Berita Terbaru