Hiu Tutul Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bayem, Tulungagung

- Pewarta

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Lumineerdaily – Warga Pantai Bayem, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Rabu (19/11/2025) sore, dikejutkan oleh pemandangan tak biasa: seekor hiu tutul (Rhincodon typus) raksasa terdampar di bibir pantai, dalam kondisi mati. Hewan laut yang dilindungi ini pertama kali terlihat sekitar pukul 14.00 WIB, sebelum akhirnya laporan diteruskan ke pihak berwenang.

Bayu Indra Patria, Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tulungagung, mengatakan dirinya menerima informasi tersebut dari Polair Poskamladu Popoh. “Ketika tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, hiu sudah tidak bernyawa,” ujarnya.

Dari pengukuran yang dilakukan di lokasi, hiu tutul betina itu memiliki panjang mencapai 8,5 meter, ukuran yang membuatnya menonjol di perairan dangkal pantai. Bayu menegaskan, tidak ada tanda hiu tersangkut jaring atau benda lain. “Kondisinya bersih, tidak ada indikasi terseret atau terjerat,” kata Bayu.

Berdasarkan pengamatan, kematian diduga terjadi saat hiu terdampar sendiri di pinggir pantai. Arus yang membawa hiu ke perairan dangkal membuat hewan ini kelelahan dan tidak mampu kembali ke laut. Fenomena seperti ini, menurut ahli, sering terjadi pada hiu paus karena gangguan navigasi atau kelelahan saat berenang di perairan dangkal.

Ukuran hiu yang sangat besar memaksa pihak berwenang menyiapkan penanganan ekstra. Proses penguburan melibatkan aparat Polairud, TNI AL, Polsek, Koramil, serta pemerintah kecamatan Besuki. Sebuah alat berat dari perusahaan tambak setempat digunakan untuk menguburkan bangkai hewan dengan kedalaman sekitar lima meter, sesuai prosedur penanganan satwa laut dilindungi.

Hiu tutul, yang dikenal juga sebagai hiu paus, merupakan salah satu satwa laut terbesar di dunia dan termasuk spesies yang rentan. Terpeleset ke perairan dangkal, gangguan lingkungan, atau perubahan arus laut dapat membuat mereka terdampar. Setiap kejadian seperti ini menjadi pengingat akan rapuhnya ekosistem laut dan pentingnya pelestarian satwa raksasa yang hidup di kedalaman.

Berita Terkait

51 Biksu Jalan Kaki Lintas Negara Akan Singgah di Nganjuk, Bawa Pesan Perdamaian Menuju Waisak 2026
Ponorogo Tunda Rekrutmen ASN hingga 2027, Fokus Tekan Belanja Pegawai
Tradisi Methik Pari di Glinggang Ponorogo Jadi Wujud Syukur Petani Jelang Panen
Jawa Timur Target Pertahankan Produksi Gabah 10,4 Juta Ton, Ponorogo Jadi Salah Satu Penopang Utama
Bea Cukai Pasuruan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp6,39 Miliar
Pemkab Bangkalan Libatkan Kader Posyandu untuk Validasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis
539 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Diberangkatkan, Suasana Haru Iringi Pelepasan di GOR Ki Mageti
Kekosongan Kepala Sekolah di Ponorogo, Ratusan Guru Ditunjuk Isi Jabatan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 18:43 WIB

51 Biksu Jalan Kaki Lintas Negara Akan Singgah di Nganjuk, Bawa Pesan Perdamaian Menuju Waisak 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 00:37 WIB

Ponorogo Tunda Rekrutmen ASN hingga 2027, Fokus Tekan Belanja Pegawai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:28 WIB

Tradisi Methik Pari di Glinggang Ponorogo Jadi Wujud Syukur Petani Jelang Panen

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:18 WIB

Jawa Timur Target Pertahankan Produksi Gabah 10,4 Juta Ton, Ponorogo Jadi Salah Satu Penopang Utama

Senin, 27 April 2026 - 19:24 WIB

Bea Cukai Pasuruan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp6,39 Miliar

Senin, 27 April 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Bangkalan Libatkan Kader Posyandu untuk Validasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 26 April 2026 - 14:53 WIB

539 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Diberangkatkan, Suasana Haru Iringi Pelepasan di GOR Ki Mageti

Rabu, 15 April 2026 - 05:08 WIB

Kekosongan Kepala Sekolah di Ponorogo, Ratusan Guru Ditunjuk Isi Jabatan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB