BLITAR, lumineerdaily – Sebanyak 16 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghadiri seminar nasional bertajuk “Bung Karno in Globe History” yang berlangsung di Perpustakaan Bung Karno, Kota Blitar.
Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang menyoroti peran besar Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam membangun tatanan dunia baru berdasarkan semangat solidaritas, kemerdekaan, dan anti-penjajahan.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang refleksi penting bagi para pemimpin bangsa untuk memahami kembali makna kemerdekaan dan kontribusi Indonesia di panggung internasional.
“Bung Karno adalah tokoh dunia. Konferensi Asia Afrika bukan sekadar catatan sejarah, tetapi warisan visi besar tentang keadilan dan kemandirian global. Kita sebagai wakil rakyat harus meneladani semangat itu dalam membangun bangsa. Kami juga bangga karena seminar ini digelar di Blitar, kota yang memiliki nilai historis kuat terhadap perjuangan Bung Karno,” ujarnya.
Acara yang berlangsung di Aula Perpustakaan Bung Karno tersebut menghadirkan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebagai keynote speaker. Selain itu, turut hadir akademisi, peneliti sejarah, tokoh nasionalis muda, serta perwakilan dari 29 negara peserta KAA. Para narasumber membedah gagasan universal Bung Karno dalam konteks geopolitik modern dan relevansinya terhadap dinamika diplomasi global masa kini.
Rangkaian kegiatan seminar yang sebelumnya digelar di Bandung dan Surabaya ini mendapat apresiasi luas. Tidak hanya memperkaya wawasan kebangsaan, kegiatan tersebut juga mempertegas posisi Blitar sebagai kota bersejarah dan pusat refleksi nilai-nilai ideologis Bung Karno.
Partisipasi para anggota DPRD Kabupaten Blitar dalam seminar ini menjadi bentuk nyata komitmen untuk menjaga dan menghidupkan kembali semangat perjuangan Bung Karno dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat di mata dunia.







