Trenggalek, Lumineerdaily – Upaya penanganan bencana tanah longsor di Kabupaten Trenggalek terus dilakukan secara intensif oleh pemerintah daerah bersama sejumlah instansi pusat dan provinsi. Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan langkah cepat berupa evakuasi, bantuan logistik, hingga rencana relokasi bagi warga terdampak di Desa Depok, Kecamatan Bendungan.
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (1/11/2025) menewaskan empat orang dalam satu keluarga dan merusak sejumlah rumah warga. Kondisi geografis wilayah yang berada di lereng dengan struktur tanah labil membuat kawasan tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan, pemerintah daerah kini fokus pada dua langkah utama: penanganan darurat dan rencana relokasi permanen bagi warga yang tinggal di zona merah. “Prioritas saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kami sudah menyiapkan tempat pengungsian sementara sekaligus memetakan lokasi relokasi yang aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Sosial dan BPBD Trenggalek telah menyiapkan fasilitas dasar bagi para pengungsi, seperti logistik, air bersih, serta tempat istirahat di sekolah yang digunakan sebagai pos darurat. Selain itu, pemerintah juga akan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Sosial untuk mendukung pendanaan relokasi jangka panjang.
Pemerintah daerah mencatat, sedikitnya 95 rumah warga di Desa Depok berada di kawasan rawan pergerakan tanah dan diusulkan untuk direlokasi total. Pengkajian teknis terhadap lokasi relokasi baru sedang dilakukan bersama tim provinsi.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah cepat pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan bencana kali ini menjadi momentum memperkuat koordinasi antarinstansi. “Kami masih memiliki ruang anggaran sekitar Rp3 miliar yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan darurat penanganan bencana hingga akhir tahun,” katanya.
Selain fokus pada penanganan fisik, pemerintah juga mengedepankan pendekatan edukatif bagi masyarakat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor saat hujan deras dan segera menuju lokasi aman apabila kondisi cuaca memburuk.
Salah satu warga terdampak, Sudirman, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah yang cepat tanggap. “Bantuan dan penyiapan tempat pengungsian ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan wilayah Trenggalek dan sekitarnya masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam sepekan ke depan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang.
Dengan kondisi geografis yang didominasi perbukitan, Trenggalek menjadi salah satu daerah dengan risiko tinggi bencana tanah longsor di Jawa Timur. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat sistem peringatan dini serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di desa-desa rawan bencana.







