UMKM Trenggalek Didorong Naik Kelas Jadi IKM Hijau

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily – Anggota DPR RI Novita Hardini mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Trenggalek untuk naik kelas menjadi Industri Kecil Menengah (IKM) yang ramah lingkungan atau “IKM hijau”. Dorongan ini disampaikan saat Novita meninjau Aby Culinary, salah satu IKM percontohan di wilayah tersebut, Senin lalu.

Menurut Novita, transformasi UMKM menjadi IKM hijau bisa dicapai melalui pendampingan pengolahan limbah yang dilakukan bersama Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Surabaya, Kementerian Perindustrian. Pendampingan tersebut mencakup pelatihan pengolahan limbah, peningkatan kualitas produk, hingga penyediaan peralatan untuk mengubah limbah tulang dan kulit ikan menjadi produk bernilai tambah, seperti bahan pakan ternak.

“Hari ini kita melihat Aby Culinary bukan hanya berkembang sebagai UMKM, tetapi sudah naik kelas menjadi IKM hijau karena mampu mengubah limbah menjadi nilai ekonomis,” ujar Novita. Ia menekankan bahwa keberhasilan usaha ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak sejak awal pendampingan.

Pemilik Aby Culinary, Sri Utami Dewi, menceritakan usahanya berdiri sejak 2017 dan banyak mengalami perkembangan melalui program pembinaan pemerintah. “Dulu limbah ikan menjadi masalah karena tidak tahu harus bagaimana mengolahnya. Setelah mendapatkan pendampingan dari BSPJI, semua limbah kini bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi,” kata Sri Utami.

Kepala BSPJI Surabaya, Ransi Pasae, menambahkan bahwa inovasi dan semangat belajar menjadi faktor penting keberhasilan IKM tersebut. “Limbah yang awalnya dianggap tidak berguna kini bisa menjadi komoditas ekonomi. Inilah yang ingin kami dorong agar lebih banyak pelaku UMKM meniru,” ujar Ransi.

Novita menekankan pentingnya pengelolaan limbah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Kita tidak bisa hanya memikirkan keuntungan jangka pendek tanpa memperhatikan dampaknya bagi generasi mendatang. Program ini memastikan ekonomi tetap tumbuh tanpa merusak lingkungan,” jelasnya.

Sri Utami pun mengingatkan pelaku UMKM lain untuk terus berinovasi. “Pasar selalu berubah. Kuncinya adalah terus belajar, mengikuti pelatihan, dan memperkuat strategi pemasaran,” ujarnya.

Berita Terkait

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan
Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek
PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun
Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan
Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan
Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah
Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong
DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:56 WIB

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:09 WIB

Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:37 WIB

PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:26 WIB

Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:30 WIB

Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:17 WIB

Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:05 WIB

Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:00 WIB

DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terbaru