Trenggalek Hadapi Lonjakan Longsor dan Banjir, Mitigasi Masih Jadi Tantangan

- Pewarta

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Petugas melakukan survei dampak bencana di Munjungan

Foto : Petugas melakukan survei dampak bencana di Munjungan

Trenggalek, Lumineerdaily – Kabupaten Trenggalek sepanjang Januari–November 2025 mencatat 183 bencana alam, data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan. Tanah longsor menjadi yang terbanyak dengan 103 kejadian, diikuti banjir 45 kali, cuaca ekstrem 33 kali, dan gelombang pasang dua kali.

Salah satu insiden paling serius terjadi pada 1 November 2025 di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, ketika longsor menimpa sebuah keluarga. Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa risiko bencana di Trenggalek tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga berpotensi menelan korban jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyebut curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil menjadi penyebab utama meningkatnya bencana. “Fenomena hidrometeorologi basah memicu banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga pohon tumbang,” kata Stefanus.

Beberapa titik banjir tercatat di Desa Sumberdadi dan Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek; Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan; serta Desa Dermosari, Kecamatan Tugu. Luapan Sungai Tawing dan Ngasinan, serta kapasitas sungai irigasi yang tidak memadai, menjadi faktor yang memperparah genangan air.

Analisis data BPBD menunjukkan tren bencana alam menurun dibanding 2024, yang mencatat 580 kejadian. Namun, jumlah kasus longsor tetap tinggi, menandakan daerah ini masih rentan terhadap fenomena hidrometeorologi ekstrim dan pergeseran tanah.

Ahli mitigasi bencana dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Rini Kurniawati, menekankan pentingnya langkah proaktif: “Penurunan jumlah kejadian bukan berarti aman. Pendekatan mitigasi berbasis komunitas dan perbaikan infrastruktur sungai sangat krusial untuk menekan risiko.”

Meski pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi dan evakuasi dini, tantangan masih besar. Banyak desa rawan bencana berada di area perbukitan dan aliran sungai, sehingga potensi longsor dan banjir sulit dihindari tanpa perbaikan tata kelola lahan dan sistem peringatan dini yang lebih canggih.

Trenggalek kini menghadapi ujian ganda: menekan risiko bencana fisik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi. Data dan pengalaman tahun 2025 menjadi peringatan keras bahwa kesiapsiagaan bencana bukan sekadar angka, melainkan soal nyawa dan keselamatan warga.

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB