Trenggalek, Lumineerdaily.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya meningkatkan tata kelola data daerah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, di Hotel Grand Mercure Malang, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPS Republik Indonesia yang diikuti 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kerja sama ini mengatur penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi statistik untuk memperkuat perencanaan dan pembangunan daerah. MoU tersebut sekaligus menjadi implementasi Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Melalui DTSEN, pemerintah menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar penyaluran berbagai intervensi sosial. Program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga berbagai bantuan lain diharapkan dapat lebih tepat sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat yang berhak.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPS, pemutakhiran DTSEN di Jawa Timur diharapkan lebih selaras dengan kondisi lapangan serta memperkuat integrasi program pemerintah pusat dan daerah.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan bahwa sejumlah poin dalam MoU sesungguhnya telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui gerakan GERTAK (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan), yang telah berjalan hampir satu dekade.
“Kalau tadi bicara masalah SLRT, penggerakan relawan, hingga upgrading data, kita sudah memulainya sembilan tahun lalu lewat gerakan GERTAK. Jadi, apa yang kita tandatangani hari ini adalah sesuatu yang memang sudah kita kerjakan, dan tentu kita optimistis hasilnya akan semakin baik,” ujar Mas Ipin, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, kualitas pelayanan publik di Trenggalek diperkirakan meningkat seiring pelaksanaan sensus ekonomi yang dijadwalkan berlangsung tahun depan. “Datanya tentu akan lebih valid, memperkaya apa yang selama ini sudah kita punya,” katanya.







