Blitar, Lumineerdaily.com – Industri rokok di Kota Blitar kembali menunjukkan perkembangan positif pada penghujung 2025. Sebuah pabrik rokok yang berbasis di Malang resmi memulai aktivitas produksinya di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono, mengatakan kehadiran pabrik baru tersebut menjadi salah satu investasi penting bagi daerah. Ia menyebut langkah ekspansi perusahaan itu menandai bertambahnya penanaman modal di sektor manufaktur tembakau di Kota Blitar.
“Mulai kemarin pabrik rokok dari Malang resmi beroperasi di Kota Blitar,” ujar Heru, Rabu, 26 November 2025.
Menurut Heru, perusahaan tersebut menanamkan investasi sekitar Rp 5 miliar untuk memulai produksi. Dalam rencana bisnisnya, pabrik itu menargetkan dapat merekrut sekitar 700 tenaga kerja lokal pada tahun depan. Namun, untuk sementara jumlah pekerja yang masuk masih terbatas karena perusahaan masih menyesuaikan proses dan alokasi kuota cukai menjelang akhir tahun.
Rekrutmen dalam jumlah besar baru akan dibuka menjelang pergantian tahun. “Penerimaan karyawan secara masif akan dilakukan menjelang akhir tahun untuk kebutuhan produksi di 2026,” kata Heru.
Dengan beroperasinya pabrik baru ini, total ada 10 pabrik rokok di Kota Blitar. Dua di antaranya merupakan perusahaan besar nasional, yakni PT Sampoerna dan PT Gudang Garam.
Heru menuturkan salah satu alasan Kota Blitar menarik bagi pelaku industri rokok adalah ketersediaan tenaga kerja lokal serta besaran upah minimum kota yang kompetitif sehingga mendukung efisiensi produksi.
“Kami berharap investasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi warga Kota Blitar,” ujar Heru.







