Trenggalek, Lumineerdaily.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mendorong terwujudnya program Trenggalek Net Zero Carbon yang digagas Bupati Mochammad Nur Ariffin. Dalam upaya mencapai target tersebut, kawasan hutan di Trenggalek memegang peranan penting sebagai penyerap emisi karbon dan penjaga kualitas udara.
Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Trenggalek menyatakan komitmennya mendukung program tersebut melalui optimalisasi fungsi ekologi hutan. Perhutani memastikan tutupan lahan tetap terjaga sekaligus mempertahankan kondisi hutan agar mampu menyerap karbon secara maksimal.
Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan, Hermawan, menegaskan pentingnya keberadaan pohon bagi kelestarian lingkungan, terutama di tengah penguatan program Net Zero Carbon.
“Fungsi pohon itu sangat vital. Dengan banyaknya pohon, ketersediaan air tetap melimpah dan udara yang kita hirup tetap bersih,” ujarnya.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, BKPH Trenggalek menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek dalam kegiatan penyuluhan mengenai bahaya pembakaran lahan. Edukasi ini diharapkan dapat mengurangi kebiasaan warga yang masih menggunakan metode tebang-bakar dalam membuka lahan pertanian.
“Kami bekerja sama dengan BPBD untuk menjelaskan dampak negatif pembakaran lahan. Aktivitas tersebut membuat mikroorganisme tanah mati, tanah menjadi keras, dan menurunkan tingkat kesuburan,” jelas Hermawan.
Ia mengakui masih ada sejumlah tantangan di lapangan dalam mewujudkan target Net Zero Carbon. Meski aktivitas ilegal seperti illegal logging semakin jarang ditemukan, namun pembakaran lahan masih sering terjadi.
“Kecenderungan masyarakat, saat memasuki musim tanam, mereka membersihkan lahan dengan cara membakar. Ini yang terus kami edukasikan,” tambahnya.
Hermawan optimistis bahwa Trenggalek sangat berpotensi mencapai daerah dengan emisi nol bersih. Selain tutupan hutannya yang masih terbilang baik, kawasan hutan mangrove seluas 38,1 hektare menjadi salah satu faktor pendukung signifikan.
“Hutan mangrove seluas 38,1 hektare itu merupakan penyerap karbon yang sangat tinggi. Mangrove bersama terumbu karang memiliki kemampuan besar dalam menyimpan karbon. Ini potensi besar untuk mendukung konsep Net Zero Carbon,” pungkasnya.







