Trenggalek, Lumineerdaily – Badan Musyawarah (Banmus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek menggelar rapat penjadwalan kegiatan untuk periode Oktober hingga November 2025, pada Selasa (21/10/2025). Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 hingga penyusunan enam rancangan peraturan daerah (raperda) baru.
Rapat Banmus yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Subadianto, berlangsung di ruang rapat utama DPRD dan dihadiri oleh unsur pimpinan dewan, ketua fraksi, serta perwakilan alat kelengkapan dewan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Subadianto menegaskan bahwa pembahasan RAPBD merupakan agenda prioritas karena menyangkut arah pembangunan daerah dan alokasi program strategis pemerintah daerah pada tahun mendatang.
“Terkait pembahasan APBD perlu waktu yang cukup. Kita sudah menjadwalkan pembahasan APBD 2026 oleh komisi-komisi, kemudian dilanjutkan ke Badan Anggaran (Banggar). Insyaallah Paripurna Persetujuan APBD 2026 kita jadwalkan pada akhir November,” ujar Subadianto usai memimpin rapat.
Menurutnya, jadwal pembahasan telah disusun secara terstruktur agar seluruh tahapan pembahasan, mulai dari penyampaian nota keuangan, pembahasan komisi, hingga rapat Banggar, dapat berjalan efektif dan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Selain fokus pada RAPBD, Banmus juga menyusun agenda pembahasan enam raperda, terdiri atas lima raperda usulan inisiatif DPRD dan satu raperda usulan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
“Dari lima raperda itu, masing-masing komisi mengusulkan satu, sedangkan satu raperda dari OPD terkait dengan ketentuan kerja. Jadi, total ada enam raperda yang akan kita bahas bersama dalam masa sidang ini,” jelas Subadianto.
Ia menambahkan, selama dua bulan ke depan, DPRD Trenggalek akan disibukkan dengan berbagai kegiatan rapat komisi, pembentukan panitia khusus (pansus), hingga koordinasi eksternal dengan instansi vertikal dan pemerintah daerah. Semua kegiatan itu akan berlangsung secara maraton agar seluruh agenda legislasi dan anggaran dapat rampung sebelum akhir tahun.
“Mulai bulan ini sampai bulan depan jadwalnya penuh untuk pembahasan APBD dan pansus raperda. Paripurna akan kita gelar di akhir November,” pungkasnya.
Dengan penetapan jadwal yang matang, DPRD Trenggalek menargetkan seluruh agenda prioritas—baik dari sisi anggaran maupun regulasi daerah—dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga pelaksanaan program pembangunan tahun 2026 bisa berjalan sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat.







