TRENGGALEK, Lumineerdaily.com – Pemerintah menambah alokasi anggaran pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek sebesar Rp600 miliar. Dengan tambahan tersebut, total nilai proyek strategis nasional (PSN) itu kini mencapai sekitar Rp2,7 triliun dari sebelumnya Rp2,1 triliun.
Tambahan anggaran ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek bendungan yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama, Sabtu (2/5/2026), mengatakan penambahan anggaran diberikan untuk mendukung kelanjutan pembangunan sekaligus mendorong percepatan target penyelesaian proyek.
“Secara total sebelumnya sekitar Rp2,1 triliun, kemudian ada penambahan kurang lebih Rp600 miliar,” ujarnya.
Saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Bagong telah mencapai sekitar 60 persen.

Pemerintah juga membuka peluang percepatan penyelesaian proyek dari target awal tahun 2029 apabila dukungan anggaran dan pelaksanaan teknis berjalan sesuai rencana.
Fokus pekerjaan saat ini berada pada pembangunan struktur utama bendungan atau main dam serta spillway atau pelimpah air.
Menurut Senna, serapan anggaran dari pagu awal proyek juga telah mencapai sekitar 80 persen.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar yang sempat menghambat proyek berada pada tahap awal pembangunan, khususnya terkait proses pembebasan lahan.
Meski kontrak pembangunan telah diteken sejak 2018, proyek baru berjalan efektif pada 2021 hingga 2022 karena persoalan administrasi dan penyelesaian lahan.
“Untuk lahan saat ini tinggal sekitar 2 persen, terutama tanah kas desa dan lahan wakaf yang masih berproses,” katanya.
Selain pembebasan lahan, keterbatasan anggaran pada periode sebelumnya juga sempat mempengaruhi progres pekerjaan.
Meski demikian, pihak pelaksana memastikan tidak ada kendala teknis besar yang berdampak pada struktur utama bendungan.
Senna menuturkan kondisi longsoran yang sempat terjadi di area tertentu merupakan karakteristik alami tanah dan tidak mengganggu konstruksi inti.
“Longsoran itu karena karakter tanah, tetapi bukan kendala utama karena tidak berdampak pada struktur utama bendungan,” ujarnya.
Bendungan Bagong dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 200 hektare.
Keberadaan bendungan ini diharapkan mendukung pengelolaan sumber daya air, memperkuat irigasi pertanian, serta membantu pengendalian banjir di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.
Dengan tambahan anggaran baru tersebut, pemerintah optimistis pembangunan Bendungan Bagong dapat selesai lebih cepat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan air wilayah selatan Jawa Timur.
(gun)













