Lumineerdaily.com, Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali mengirimkan warganya untuk mengikuti program transmigrasi. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melepas satu keluarga asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, yang akan menetap di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Keluarga yang diberangkatkan adalah pasangan suami istri Ali Murtadlo dan Nurul Hidayah. Mereka akan menempati Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Lagading di Kecamatan Pitu Riase. Selain fasilitas permukiman, pemerintah daerah memberikan bantuan awal berupa uang tunai dan benih sayuran sebagai modal membangun sumber penghidupan di wilayah baru.
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menyebut transmigrasi masih relevan sebagai instrumen pemerataan pembangunan, terutama bagi daerah padat penduduk di Pulau Jawa. Menurut dia, program ini tidak semata memindahkan penduduk, melainkan juga membawa keterampilan dan pengalaman, khususnya di sektor pertanian, ke wilayah tujuan.
“Yang berpindah bukan hanya orangnya, tapi juga pengetahuan dan etos kerja. Harapannya, ini bisa menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal di daerah penerima,” kata Nur Arifin dalam pelepasan transmigran, Jumat.
Ia menyatakan optimistis warga asal Jawa Timur mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan ekonomi di Sulawesi Selatan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan transmigrasi sangat bergantung pada kemampuan membangun relasi yang harmonis dengan masyarakat setempat.
Mas Ipin juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas antarsesama transmigran, tanpa menutup diri dari lingkungan sekitar. Menurutnya, keberhasilan warga Trenggalek di berbagai daerah perantauan, termasuk di Sidrap, menjadi bukti bahwa adaptasi dan kerja sama sosial merupakan kunci utama bertahan dan berkembang.
Program transmigrasi sendiri dalam beberapa tahun terakhir kembali mendapat perhatian pemerintah sebagai salah satu strategi mengurangi kesenjangan antarwilayah. Meski demikian, sejumlah pengamat menilai keberlanjutan program ini perlu diikuti dengan pendampingan ekonomi jangka panjang agar transmigran tidak kembali ke daerah asal akibat keterbatasan akses dan infrastruktur.
Bagi keluarga Ali Murtadlo, kepindahan ke Sulawesi Selatan menjadi pilihan untuk membuka peluang hidup yang lebih baik. Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat menjadi contoh bahwa transmigrasi bukan sekadar relokasi, melainkan investasi sosial jangka panjang bagi daerah asal dan tujuan.
(GN).







