Bupati Trenggalek Siap Ubah Kawasan Dilem Wilis Jadi Pusat Studi dan Pertumbuhan Ekonomi Baru

- Pewarta

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus melangkah progresif dalam mengembangkan pendidikan dan ekonomi berbasis potensi lokal. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) terkait pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik di daerahnya.

Gagasan besar itu disampaikan Mas Ipin—sapaan akrab Bupati Trenggalek—saat menghadiri seminar dan wisuda mahasiswa Universitas Terbuka semester ganjil tahun 2025 di Kampus UT Tangerang Selatan, Senin (27/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ipin mengungkapkan visinya menjadikan kawasan Dilem Wilis sebagai pusat edukasi dan kawasan terpadu pengembangan talenta lokal yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan di Trenggalek.

“Kita ingin di Trenggalek ada semacam talent up. Kawasan Dilem Wilis sudah kita dedikasikan menjadi tempatnya kampus-kampus, dikutip Lumineerdaily.com,” ujar Mas Ipin.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya antara Pemkab Trenggalek dengan Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya dan Universitas Brawijaya. Menurut Mas Ipin, pengembangan kawasan pendidikan ini juga akan membuka peluang bagi sektor bisnis, lembaga privat, serta perguruan tinggi lain untuk ikut berkontribusi.

“Harapannya, kawasan ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tapi juga menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.

Kawasan Strategis dan Sarat Nilai Sejarah

Kecamatan Bendungan dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki posisi strategis—terletak di antara Tulungagung dan Ponorogo—serta lingkungan yang nyaman di ketinggian 1.200–1.900 meter di atas permukaan laut.

“Selain nyaman dan tenang, di sana juga ada nilai sejarah. Dulu Belanda pernah membangun pabrik energi terbarukan di kawasan itu. Kita ingin menghidupkan kembali semangat tersebut, merangkul masa lalu dan mempersiapkan masa depan,” ujar Mas Ipin.

Ia menambahkan, gagasan ini juga berangkat dari aspirasi masyarakat yang ingin menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan Dilem Wilis, terutama industri kopi dan sektor perkebunan.

Universitas Terbuka Dukung Langkah Visioner Pemkab Trenggalek

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, menyampaikan apresiasi atas langkah visioner Bupati Trenggalek dalam membangun daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pak Bupati memiliki kepedulian luar biasa terhadap pembangunan berbasis SDM asli Trenggalek. Kerja sama ini bukan hanya soal Tridarma, tapi juga pengembangan agrobisnis dan agrowisata,” ujar Prof. Ali.

Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang besar bagi sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, di mana UT siap mengambil peran sebagai tim pengkaji, peneliti, hingga perancang konsep kota impian Trenggalek.

“Dengan potensi tanah seluas itu, saya yakin mimpi Bupati bisa terwujud. UT siap berkolaborasi dalam mewujudkan Trenggalek sebagai simbol kemajuan wilayah tengah Jawa Timur,” imbuhnya.

Prof. Ali juga mendorong Pemkab Trenggalek memfasilitasi pendirian Central Layanan Universitas Terbuka di daerah tersebut, yang nantinya akan menjadi pusat layanan mahasiswa UT di Trenggalek.

Ia bahkan menambahkan ide ambisius agar Trenggalek dapat mengembangkan kawasan inovasi seperti “Trenggalek Valley”, terinspirasi dari Silicon Valley di Amerika Serikat dan Tangahoe Valley di Korea Selatan.

“Mari kita wujudkan cita-cita besar ini dari langkah kecil. Dengan koordinasi intensif dan kepemimpinan yang visioner, Trenggalek bisa menjadi pusat inovasi baru di Jawa Timur,” tandasnya.

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB