DBHCHT Trenggalek 2026 Turun Tajam, DPRD Prioritaskan Reaktivasi BPJS Warga Miskin

- Pewarta

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus menghadapi penurunan signifikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada tahun anggaran 2026. Jika pada 2025 daerah ini menerima lebih dari Rp 32,8 miliar, maka pada 2026 alokasinya turun drastis menjadi Rp 18 miliar, atau berkurang sekitar 44 persen.

Meski mengalami pemangkasan, DPRD Trenggalek menegaskan bahwa dana DBHCHT tetap diarahkan untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa alokasi awal DBHCHT sebenarnya hanya Rp 17 miliar. Namun, pemerintah daerah memperoleh tambahan Rp 1 miliar dari sisa distribusi DBHCHT pemerintah pusat, sehingga total anggaran menjadi Rp 18 miliar.

“Awalnya DBHCHT yang kita terima Rp 17 miliar. Karena ada sisa distribusi dari pusat, akhirnya ditambah Rp 1 miliar, sehingga totalnya Rp 18 miliar,” ujar Doding, Jumat (26/12/2025).

Fokus Selamatkan Akses Kesehatan
Doding menegaskan, penggunaan DBHCHT telah diatur pemerintah pusat dan wajib menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Di Trenggalek, tambahan Rp 1 miliar tersebut difokuskan untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang sempat nonaktif.

Menurutnya, jumlah warga dengan BPJS PBI nonaktif tergolong besar dan berpotensi menghambat akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.

“Kita gunakan tambahan ini untuk membantu masyarakat yang BPJS-nya nonaktif agar bisa aktif kembali. Ini penting supaya mereka tetap bisa mengakses layanan kesehatan,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
16 Ribu PBI Sempat Dinonaktifkan
Sebelumnya, sekitar 16 ribu warga miskin di Trenggalek tercatat dinonaktifkan sebagai peserta PBI JKN BPJS Kesehatan.

Penonaktifan tersebut terjadi akibat data kependudukan yang tidak padan serta keterbatasan kuota dari sistem pusat.
Pemkab Trenggalek telah melakukan berbagai langkah perbaikan, mulai dari perekaman biometrik hingga metode jemput bola, terutama bagi warga lanjut usia dan pasien yang sedang sakit.

Realisasi 2026, DPRD Ingatkan Pengawasan
Doding menambahkan, pemanfaatan DBHCHT tersebut akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026. DPRD juga mendorong agar pengelolaan dana dilakukan secara tepat sasaran dan transparan, mengingat keterbatasan anggaran akibat penurunan DBHCHT.

“Kita berharap meskipun anggarannya turun, layanan kesehatan masyarakat tetap terjaga dan tidak ada warga yang kehilangan haknya hanya karena persoalan administrasi,” pungkasnya.

(gn).

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB