Di Tengah Pemangkasan Dana Desa, DPRD Trenggalek Serukan Kemandirian dan Marwah Desa

- Pewarta

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK – Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPC PKDI) Kabupaten Trenggalek periode 2026–2031 di Hotel Hayam Wuruk, Senin (16/2/2026), bukan sekadar agenda seremonial. Forum itu berubah menjadi ruang refleksi tentang masa depan desa di tengah dinamika kebijakan anggaran dari pusat.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, dalam arahannya tidak hanya berbicara soal struktur organisasi, tetapi mengajak kepala desa memaknai kembali posisi desa sebagai fondasi negara. Ia mengingatkan bahwa desa telah eksis jauh sebelum republik ini berdiri. Bahkan dalam Negarakertagama pada era Majapahit sekitar abad ke-14, istilah desa telah dikenal sebagai satuan sosial dan pemerintahan.

“Marwah desa harus dijaga. Kepala desa itu memimpin wilayah yang punya sejarah panjang, bukan sekadar unit administratif,” ujarnya di hadapan para kades se-Trenggalek.

Menurutnya, tantangan ke depan menuntut kepala desa berpikir inovatif dan berani membangun kemandirian. Ia menyinggung kondisi pemangkasan Dana Desa (DD) yang berdampak pada ruang fiskal di tingkat desa. Situasi tersebut, kata dia, seharusnya tidak membuat desa goyah.

Doding menegaskan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberi pijakan kuat melalui asas rekognisi dan subsidiaritas. Desa diakui sebagai subjek hukum yang memiliki kewenangan mengatur urusan lokal berdasarkan hak asal-usul dan prakarsa masyarakat. Dalam kerangka itu, desa bukan hanya pelaksana program, melainkan entitas yang punya otonomi.

“Kalau ada ADD dari kabupaten dan Dana Desa dari pusat, itu membantu. Tapi jangan sampai desa bergantung total. Kepala desa harus punya visi seperti raja di wilayahnya, memimpin dengan tanggung jawab dan keberanian mengambil keputusan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PKDI Trenggalek, Puryono, tidak menampik bahwa kebijakan pemangkasan DD membawa konsekuensi nyata pada perencanaan pembangunan. Beberapa program prioritas, termasuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Menurut Puryono, situasi ini justru menjadi momentum bagi desa untuk mencari terobosan. Pelayanan kepada masyarakat, katanya, tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan fiskal.

“Kita harus berpikir kreatif. Bagaimana tetap membangun dan melayani usulan masyarakat dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyampaikan apresiasi karena Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak mengalami pemangkasan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bantalan penting di tengah berkurangnya transfer ke daerah dari pemerintah pusat.

Bagi para kepala desa yang hadir, pelantikan PKDI kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar pengukuhan kepengurusan, melainkan penguatan komitmen bersama: desa harus berdiri dengan jati dirinya. Kemandirian bukan slogan, tetapi kebutuhan yang harus dibangun dari bawah, dari perencanaan, pengelolaan aset, hingga keberanian mengambil keputusan demi kepentingan warganya.

(gun).

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB