DPP PDIP Tarik Kendali DPC Blitar, Alarm Konsolidasi Dinyalakan Pasca Pemilu 2024

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar – Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan mengganti kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Blitar bukan sekadar rotasi jabatan rutin. Langkah ini mencerminkan pengetatan kendali pusat sekaligus sinyal keras atas rapuhnya konsolidasi partai di tingkat daerah pasca Pemilu 2024.

Rijanto, yang sebelumnya memegang dua peran strategis sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar sekaligus Bupati Blitar terpilih, tak lagi dipercaya memimpin struktur partai. DPP menunjuk Guntur Wahono, pengurus inti DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, sebagai Ketua DPC Blitar periode 2025–2030.

Penugasan ini menandai koreksi arah politik internal, terutama setelah capaian elektoral PDI Perjuangan di Blitar mengalami penurunan signifikan. Pada Pemilu 2024, jumlah kursi PDIP di DPRD Kabupaten Blitar menyusut dari 19 menjadi 16 kursi, sebuah kemunduran yang dinilai tidak sejalan dengan status Blitar sebagai salah satu basis tradisional banteng.

Konsolidasi Mandek, Mesin Partai Melemah
Guntur Wahono secara terbuka menyebut lemahnya konsolidasi sebagai faktor utama evaluasi. Bagi pimpinan partai, penurunan kursi legislatif bukan sekadar angka, melainkan indikator bahwa mesin partai tidak bekerja optimal hingga tingkat akar rumput.

Evaluasi tersebut juga menyasar relasi antartiga pilar kekuasaan PDIP di daerah, struktur partai, kepala daerah, dan fraksi legislatif. Ketika kemenangan pilkada tidak berbanding lurus dengan penguatan organisasi partai, situasi itu dianggap merugikan secara strategis.

“Kalau kemenangan tidak memberi dampak struktural ke partai, itu alarm. Artinya komunikasi dan konsolidasi tidak berjalan,” kata Guntur.

Jawa Timur Jadi Episentrum Evaluasi
Blitar bukan kasus tunggal. Jawa Timur menjadi wilayah dengan evaluasi paling serius setelah PDIP kehilangan dominasi di DPRD Provinsi. Jumlah kursi menyusut dari 27 menjadi 21, sekaligus kehilangan status sebagai partai pemenang setelah disalip PKB. Kekalahan kandidat gubernur yang diusung PDIP semakin mempertegas kegagalan kolektif mesin partai.

Situasi itu mendorong DPP mengambil langkah sentralisasi sementara, dengan menugaskan pengurus DPD provinsi memimpin DPC di sejumlah daerah strategis. Selain Blitar, pola serupa diterapkan di Tulungagung, Nganjuk, Mojokerto, Tuban, dan beberapa wilayah lain.

Langkah ini dipahami sebagai upaya “penyelamatan organisasi” menjelang agenda politik berikutnya, termasuk Pilkades serentak 2027 dan Pemilu 2029.

Dalam Konferensi Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang digelar di Surabaya pada 20–21 Desember 2025, susunan kepengurusan baru resmi ditetapkan. Supriadi alias Kuwat, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, dipercaya sebagai Sekretaris DPC, sementara posisi Bendahara diisi Basori, pengusaha yang sebelumnya tidak menempati posisi struktural inti partai.

Kombinasi pengurus lama dan figur baru ini menjadi taruhan PDIP untuk memulihkan soliditas internal tanpa kehilangan basis tradisionalnya di Blitar Raya, wilayah yang sejak Pemilu 1999 konsisten menempatkan PDIP sebagai kekuatan dominan.

Namun, satu hal kini menjadi terang, kemenangan elektoral semata tidak lagi cukup. Bagi DPP PDI Perjuangan, loyalitas struktur, disiplin organisasi, dan konsolidasi berjenjang kini menjadi ukuran utama dalam menentukan siapa yang layak memegang kendali partai di daerah.

(gn).

Berita Terkait

Pemkot Blitar Terima Bantuan Truk untuk Koperasi Kelurahan, Penguatan Ekonomi Lokal Digenjot
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 dari Blitar Ditetapkan, Empat Kloter Disiapkan
Koperasi Merah Putih di Blitar Dikebut: Bangunan Hampir Tuntas, Administrasi Jadi Penentu Jalan Operasional
Bus Sekolah “Bang Anjar” Kembali Mengaspal, Dishub Blitar Perluas Rute demi Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar
Muscab PKB Blitar Memanas, Nama Ketua Petahana Tak Muncul di Daftar Awal
Pemkab Blitar Salurkan 79 Truk Operasional untuk Koperasi Desa
Operasi Pekat Semeru 2026: 29 Orang Diciduk, Peredaran Narkoba di Blitar Masih Mengkhawatirkan
Visa Ditutup, Tiga Calon Haji Cadangan di Blitar Gagal Berangkat Tahun Ini

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:50 WIB

Pemkot Blitar Terima Bantuan Truk untuk Koperasi Kelurahan, Penguatan Ekonomi Lokal Digenjot

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:16 WIB

Koperasi Merah Putih di Blitar Dikebut: Bangunan Hampir Tuntas, Administrasi Jadi Penentu Jalan Operasional

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:05 WIB

Bus Sekolah “Bang Anjar” Kembali Mengaspal, Dishub Blitar Perluas Rute demi Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:50 WIB

Muscab PKB Blitar Memanas, Nama Ketua Petahana Tak Muncul di Daftar Awal

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Blitar Salurkan 79 Truk Operasional untuk Koperasi Desa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:01 WIB

Operasi Pekat Semeru 2026: 29 Orang Diciduk, Peredaran Narkoba di Blitar Masih Mengkhawatirkan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:53 WIB

Visa Ditutup, Tiga Calon Haji Cadangan di Blitar Gagal Berangkat Tahun Ini

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:01 WIB

Tamim Bawa Perspektif Provinsi di Bursa Ketua DPC PKB Blitar

Berita Terbaru