Inflasi Trenggalek Terkendali, Mas Ipin Soroti Risiko Jika Harga Dibuat Terlalu Rendah

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily.com – Laju inflasi Kabupaten Trenggalek tercatat berada di angka 2,53 persen, lebih rendah dibandingkan rerata nasional yang menyentuh 2,8 persen. Angka itu membuat Trenggalek masuk kategori daerah dengan stabilitas harga relatif terjaga. Namun Bupati Mochamad Nur Arifin mengingatkan bahwa stabilitas tersebut tidak boleh dibaca secara hitam-putih.

Menurutnya, inflasi yang terlalu ditekan bisa justru menandakan menurunnya daya beli masyarakat. “Kalau inflasi terus merosot, jangan-jangan masyarakatnya sedang tak kuat membeli,” ujar Arifin seusai High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu, 3 Desember 2025. Sebaliknya, inflasi yang melaju tanpa rem akan menyeret kelompok rentan ke jurang kemiskinan dan memunculkan kekhawatiran stagflasi.

Arifin menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat yang disebutnya berhasil meningkatkan permintaan bahan pangan. Namun ia menilai peningkatan permintaan tanpa kesiapan suplai bisa memicu gejolak harga. “Permintaan MBG tinggi, berarti suplai harus sanggup mengejar,” katanya.

Karena itu ia mendorong percepatan sejumlah program produksi pangan lokal, mulai dari budidaya lele berbasis bioflok hingga perluasan kapasitas produksi padi. Tahun ini Trenggalek mencatat produksi padi tertinggi dalam satu dekade terakhir, mencapai lebih dari 264 ribu ton. Meski stok melimpah, harga gabah dan beras di tingkat petani tetap stabil, sesuatu yang ia sebut sebagai kabar baik. “Petani tidak lagi menunggu harga naik untuk bisa menjual panen,” ujarnya.

Arifin juga menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak semata urusan angka, melainkan harus berpijak pada kelestarian alam. Ia menyebut ekonomi Trenggalek harus dibangun dengan “atap lingkungan hidup dan lantai kebutuhan dasar”.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan indikator ekonomi Trenggalek bergerak lebih stabil dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Namun Arifin menilai tantangan ke depan justru berada pada kemampuan pemerintah daerah menyeimbangkan agenda nasional, seperti MBG dengan kapasitas produksi lokal agar tidak terjadi tekanan harga

Berita Terkait

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan
Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek
PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun
Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan
Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan
Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah
Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong
DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:56 WIB

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:09 WIB

Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:37 WIB

PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:26 WIB

Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:30 WIB

Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:17 WIB

Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:05 WIB

Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:00 WIB

DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terbaru