Jakarta Lebih Bersih di Malam Tahun Baru 2026, Bukti Perayaan Tanpa Kembang Api Efektif Tekan Sampah

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta meninggalkan catatan positif bagi lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat timbulan sampah pascaperayaan hanya mencapai 91,41 ton, turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang menyentuh 132 ton.

Penurunan signifikan ini menjadi bukti bahwa konsep perayaan sederhana tanpa kembang api, ditambah meningkatnya kesadaran masyarakat, mampu menekan dampak lingkungan dari kegiatan berskala besar.

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menyebutkan, pengelolaan sampah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sejak malam pergantian tahun hingga dini hari. Ribuan petugas kebersihan dikerahkan di berbagai titik keramaian utama seperti Bundaran HI, Sudirman Thamrin, Monas, Dukuh Atas, SCBD, hingga kawasan Istiqlal dan Lapangan Banteng.

“Menjelang Subuh seluruh area sudah bersih. Jakarta kembali kinclong sebelum aktivitas warga dimulai,” ujar Asep.

Meski jumlah pedagang kaki lima meningkat dan hujan ringan sempat turun, proses pembersihan tetap berjalan optimal. Kondisi basah memang membuat sampah menempel di jalan dan bertambah berat karena kandungan air, sehingga banyak area dibersihkan secara manual menggunakan sapu dan pengki.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak menghambat target pembersihan total.

DLH DKI menilai keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang mulai terbiasa mengurangi sampah, tidak menyalakan kembang api, serta membuang sampah di tempat yang telah disediakan.

“Kesadaran warga menjadi kunci terciptanya perayaan yang tertib, nyaman, dan bersih,” kata Asep.

DLH juga memberikan apresiasi kepada para petugas kebersihan yang tetap bekerja di tengah hujan dan keramaian demi menjaga wajah ibu kota.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta digelar dengan pendekatan reflektif melalui doa bersama. Konsep ini dipilih sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Pendekatan tersebut dinilai tidak hanya mengurangi euforia berlebihan, tetapi juga mendorong suasana kebersamaan yang lebih bermakna dan ramah lingkungan.

(gn/yon)

Berita Terkait

Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan
Legislator Biak Dorong Program 3 Juta Rumah Fokus Kurangi Kesenjangan Kampung–Kota
Kejari Ponorogo Selidiki Dugaan Korupsi Tambang di Hutan Negara, Operasi Baru Berhenti Usai Penyidikan
Hiu Tutul Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bayem, Tulungagung
Indonesia Siap Resmikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo
UU Haji dan Umrah Nomor 14 Tahun 2025 Resmi Legalkan Umrah Mandiri: Antara Kebebasan dan Kekhawatiran Pelaku Usaha
Bupati Trenggalek Muchammad Arifin: Nasionalisme dan Religiusitas Bisa Bersanding, Bung Karno Telah Mencontohkannya
Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan bagi Peserta Tak Mampu, Dana Rp20 Triliun Disiapkan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 16:24 WIB

Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:53 WIB

Jakarta Lebih Bersih di Malam Tahun Baru 2026, Bukti Perayaan Tanpa Kembang Api Efektif Tekan Sampah

Minggu, 28 Desember 2025 - 08:00 WIB

Legislator Biak Dorong Program 3 Juta Rumah Fokus Kurangi Kesenjangan Kampung–Kota

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:00 WIB

Kejari Ponorogo Selidiki Dugaan Korupsi Tambang di Hutan Negara, Operasi Baru Berhenti Usai Penyidikan

Rabu, 19 November 2025 - 17:05 WIB

Hiu Tutul Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bayem, Tulungagung

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:17 WIB

Indonesia Siap Resmikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:12 WIB

UU Haji dan Umrah Nomor 14 Tahun 2025 Resmi Legalkan Umrah Mandiri: Antara Kebebasan dan Kekhawatiran Pelaku Usaha

Jumat, 24 Oktober 2025 - 18:12 WIB

Bupati Trenggalek Muchammad Arifin: Nasionalisme dan Religiusitas Bisa Bersanding, Bung Karno Telah Mencontohkannya

Berita Terbaru