Jalan Rusak ke Bendungan Bagong Belum Tuntas, Warga Soroti Lambatnya Penangana

- Pewarta

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak menuju kawasan Bendungan Bagong, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas harian dan mobilitas

Kondisi jalan rusak menuju kawasan Bendungan Bagong, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas harian dan mobilitas

TRENGGALEK, lumineerdaily.com – – Kondisi jalan rusak menuju kawasan Bendungan Bagong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, kembali menjadi perhatian warga. Akses yang menjadi jalur utama masyarakat sekaligus penunjang proyek strategis tersebut dinilai belum mendapatkan penanganan optimal.

Kerusakan jalan terjadi di sekitar area proyek Bendungan Bagong dengan panjang lebih dari 3 kilometer. Sejumlah titik terlihat berlubang dan bergelombang, sehi

ngga mengganggu kenyamanan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua dan kendaraan pengangkut hasil pertanian warga.

Keluhan masyarakat terkait kondisi tersebut telah disampaikan dalam forum rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah. Warga berharap ada langkah nyata agar akses jalan tidak terus mengalami kerusakan tanpa kepastian perbaikan permanen.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengakui belum dapat melakukan rekonstruksi total dalam waktu dekat. Keterbatasan anggaran disebut menjadi kendala utama.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Trenggalek, Anjang Purwoko, mengatakan kebutuhan anggaran untuk perbaikan menyeluruh diperkirakan mencapai Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.

“Anggaran di Pemkab Trenggalek saat ini memang belum tersedia untuk penanganan total. Saat ini kami menyesuaikan melalui perubahan anggaran,” ujar Anjang Purwoko di DPRD Trenggalek, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, pembangunan permanen juga belum dinilai efektif dilakukan saat proyek Bendungan Bagong masih berlangsung. Aktivitas kendaraan berat pengangkut material disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan.

“Kalau dibangun sekarang, ada potensi kerusakan kembali karena mobilisasi material proyek masih berjalan,” katanya.

Sebagai langkah sementara, Pemkab Trenggalek melakukan perbaikan berkala sembari berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pemerintah daerah berharap ada dukungan pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) setelah proyek bendungan selesai.

“BBWS menyampaikan siap mengawal usulan melalui DAK. Setelah Bendungan Bagong selesai, ada peluang bantuan realisasi sekitar 2029,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto, mengatakan persoalan akses jalan menuju Bendungan Bagong telah menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Ini menjadi konsentrasi kami. Pada dasarnya kami menyepakati perlunya meminta dukungan kepada pihak terkait,” ujar Edy.

Ia menambahkan, hasil koordinasi dengan BBWS masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut di level pimpinan sebelum keputusan teknis diambil.

Meski demikian, warga berharap perbaikan tidak hanya bergantung pada rencana jangka panjang. Sebab, akses jalan tersebut digunakan setiap hari untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas umum masyarakat sekitar.

Di tengah pembangunan Bendungan Bagong yang diharapkan membawa manfaat besar bagi Trenggalek, warga menilai infrastruktur penunjang juga perlu menjadi perhatian agar dampak pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.

(gun)

Berita Terkait

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya
Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan
DPRD Trenggalek Dorong Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD Soedomo Segera Dibangun
DPC Ormas 212 Trenggalek Resmi Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Sosial di Tengah Masyarakat
Warga Patungan Beli Tanah Sekolah, Pemkab Trenggalek Kemana? Tanah SDN 1 Sengon Jadi Tanda Tanya Besar
VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI
Kasus DBD Menurun, Dinkes Trenggalek Minta Warga Tidak Abaikan Pencegahan
Bupati Trenggalek Lepas Sekda Edy Soepriyanto Purna Tugas, Transisi Kepemimpinan Birokrasi Disiapkan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:25 WIB

Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:34 WIB

DPRD Trenggalek Dorong Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD Soedomo Segera Dibangun

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:26 WIB

DPC Ormas 212 Trenggalek Resmi Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Sosial di Tengah Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:33 WIB

Warga Patungan Beli Tanah Sekolah, Pemkab Trenggalek Kemana? Tanah SDN 1 Sengon Jadi Tanda Tanya Besar

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:59 WIB

VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:57 WIB

Kasus DBD Menurun, Dinkes Trenggalek Minta Warga Tidak Abaikan Pencegahan

Jumat, 26 Juni 2026 - 03:24 WIB

Bupati Trenggalek Lepas Sekda Edy Soepriyanto Purna Tugas, Transisi Kepemimpinan Birokrasi Disiapkan

Berita Terbaru