TRENGGALEK, lumineerdaily.com – Menjelang kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Trenggalek, kalangan mahasiswa mulai menyampaikan sejumlah perhatian terhadap program pemerintah yang berjalan di daerah. Salah satunya datang dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Trenggalek yang menyoroti implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
PMII menilai program prioritas nasional tersebut perlu terus dievaluasi agar pelaksanaannya di lapangan berjalan optimal dan benar-benar menyentuh masyarakat yang menjadi sasaran.
Ketua PC PMII Trenggalek, Beni Kusuma Wardani, mengatakan kunjungan Wakil Presiden menjadi momentum tepat untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan daerah, termasuk pelaksanaan MBG.
“Kami berharap ada evaluasi terhadap program-program strategis agar implementasinya di daerah berjalan maksimal dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Soroti Pelaksanaan Program di Daerah
Menurut PMII, program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan positif dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Namun, mereka menilai pelaksanaan di lapangan tetap membutuhkan pemantauan dan evaluasi berkala.
Mahasiswa berharap pemerintah memastikan distribusi program berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Selain MBG, PMII juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil masyarakat di daerah.
“Kebijakan yang baik perlu diikuti pelaksanaan yang tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata Beni.
Isu Lingkungan Ikut Jadi Perhatian
Tak hanya soal MBG, PMII turut menyoroti isu lingkungan di Trenggalek.
Mereka meminta pembangunan infrastruktur di daerah tetap memperhatikan dampak ekologis serta kondisi masyarakat sekitar.
Menurut mahasiswa, pembangunan harus berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan warga.
“Pembangunan penting, tetapi aspek lingkungan juga tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Harap Kunjungan Jadi Momentum Solusi
PMII menilai kehadiran pejabat pusat di daerah semestinya tidak hanya menjadi agenda protokoler, melainkan ruang dialog untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Mahasiswa berharap kunjungan Wakil Presiden ke Trenggalek dapat menghasilkan tindak lanjut terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi daerah.
“Kami ingin kunjungan ini menjadi momentum mencari solusi konkret bagi persoalan masyarakat,” tutur Beni.
Wakil Presiden Gibran dijadwalkan mengunjungi Trenggalek untuk meninjau sejumlah agenda pembangunan, termasuk progres proyek strategis nasional di wilayah tersebut serta berdialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
(gun)













