Legislator Biak Dorong Program 3 Juta Rumah Fokus Kurangi Kesenjangan Kampung–Kota

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biak, Papua – Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan tiga juta rumah dinilai menjadi peluang strategis untuk memperkecil kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan kampung di Papua, khususnya di Kabupaten Biak Numfor.

Ketua Komisi II DPRK Biak Numfor, Nicoolas Otto Kho, mengatakan aspirasi pembangunan rumah layak huni masih menjadi kebutuhan utama masyarakat di kampung-kampung. Ia menilai, pelaksanaan program nasional tersebut harus diarahkan pada wilayah dengan keterbatasan akses dan ekonomi rendah.

“Masih banyak warga di kampung dan pesisir yang tinggal di rumah tidak layak. Program tiga juta rumah ini seharusnya menjawab persoalan ketimpangan hunian, terutama di wilayah terpencil,” kata Otto, Minggu (28/12).

Menurut dia, dari hasil penjaringan aspirasi DPRK, kebutuhan rumah layak huni di Biak Numfor diperkirakan mencapai sekitar 3.000 unit, yang tersebar di 19 distrik dan 257 kampung. Angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi program sebelumnya.

Otto berharap rencana pembangunan 1.000 unit rumah di Papua pada 2026 dapat diprioritaskan bagi warga kampung pinggiran dan pesisir. Beberapa wilayah yang dinilai perlu perhatian antara lain Kampung Anggraidi/Paray, Mokmer, Manggasisapi, Sanumi, Mokmer Sup, serta kawasan kepulauan seperti Padaido, Aimando, Kepulauan Numfor, dan pantai utara Pulau Biak.

Ia menegaskan, keberhasilan program Asta Cita tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

“Rumah layak huni adalah fondasi kesejahteraan. Kalau hunian membaik, kesehatan, pendidikan, dan produktivitas warga juga ikut meningkat,” ujarnya.

DPRK Biak Numfor, lanjut Otto, siap mengawal pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran dan sejalan dengan kondisi sosial serta geografis Papua. Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar pembangunan rumah benar-benar dirasakan masyarakat di kampung.

(nn).

Berita Terkait

Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan
Jakarta Lebih Bersih di Malam Tahun Baru 2026, Bukti Perayaan Tanpa Kembang Api Efektif Tekan Sampah
Kejari Ponorogo Selidiki Dugaan Korupsi Tambang di Hutan Negara, Operasi Baru Berhenti Usai Penyidikan
Hiu Tutul Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bayem, Tulungagung
Indonesia Siap Resmikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo
UU Haji dan Umrah Nomor 14 Tahun 2025 Resmi Legalkan Umrah Mandiri: Antara Kebebasan dan Kekhawatiran Pelaku Usaha
Bupati Trenggalek Muchammad Arifin: Nasionalisme dan Religiusitas Bisa Bersanding, Bung Karno Telah Mencontohkannya
Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan bagi Peserta Tak Mampu, Dana Rp20 Triliun Disiapkan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 16:24 WIB

Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:53 WIB

Jakarta Lebih Bersih di Malam Tahun Baru 2026, Bukti Perayaan Tanpa Kembang Api Efektif Tekan Sampah

Minggu, 28 Desember 2025 - 08:00 WIB

Legislator Biak Dorong Program 3 Juta Rumah Fokus Kurangi Kesenjangan Kampung–Kota

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:00 WIB

Kejari Ponorogo Selidiki Dugaan Korupsi Tambang di Hutan Negara, Operasi Baru Berhenti Usai Penyidikan

Rabu, 19 November 2025 - 17:05 WIB

Hiu Tutul Raksasa Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Bayem, Tulungagung

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:17 WIB

Indonesia Siap Resmikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo

Senin, 27 Oktober 2025 - 18:12 WIB

UU Haji dan Umrah Nomor 14 Tahun 2025 Resmi Legalkan Umrah Mandiri: Antara Kebebasan dan Kekhawatiran Pelaku Usaha

Jumat, 24 Oktober 2025 - 18:12 WIB

Bupati Trenggalek Muchammad Arifin: Nasionalisme dan Religiusitas Bisa Bersanding, Bung Karno Telah Mencontohkannya

Berita Terbaru