Megawati Sebut Fondasi Lembaga Hukum Dibangun pada Eranya, Tekankan Demokrasi Berbasis Pancasila

- Pewarta

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan sejumlah lembaga strategis seperti MK, KPK, hingga PPATK dibentuk pada masa pemerintahannya sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan sistem hukum di Indonesia.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan sejumlah lembaga strategis seperti MK, KPK, hingga PPATK dibentuk pada masa pemerintahannya sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan sistem hukum di Indonesia.

Jakarta, lumineerdaily.com – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan pembentukan sejumlah lembaga strategis negara pada masa pemerintahannya merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat memberikan orasi kebangsaan dalam acara pengukuhan Arief Hidayat sebagai Profesor Emeritus bidang Hukum Tata Negara di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu.

Dalam pidatonya, Megawati menyebut berbagai lembaga yang lahir pada masa kepemimpinannya dirancang untuk memperkuat fondasi negara hukum sekaligus menjaga keseimbangan kekuasaan dalam sistem demokrasi.

“Selaku Presiden Kelima RI, saya telah meletakkan kerangka sistem demokrasi dan hukum yang komprehensif. Pada masa kepemimpinan saya, lahir MK, KY, BNN, KPK, PPATK hingga Densus 88,” ujar Megawati dalam keterangannya.

Lembaga-lembaga tersebut masing-masing memiliki fungsi strategis dalam tata kelola negara, mulai dari pengawasan kekuasaan kehakiman, pemberantasan korupsi, pelacakan transaksi keuangan mencurigakan, hingga penanganan ancaman narkotika dan terorisme.

Beberapa lembaga yang disebut Megawati di antaranya Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Narkotika Nasional, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Menurut Megawati, pembangunan kelembagaan negara tidak cukup hanya berhenti pada pembentukan institusi. Ia menilai sistem demokrasi yang kuat juga harus ditopang kepemimpinan yang memiliki komitmen terhadap supremasi hukum dan akuntabilitas.

Megawati juga menyinggung pentingnya legitimasi politik melalui sistem demokrasi, termasuk penerapan pemilihan presiden secara langsung yang kini menjadi bagian penting dalam proses politik nasional.

Selain berbicara soal kelembagaan, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mendorong akademisi agar tidak hanya berada di ruang teoritis, tetapi ikut menjaga arah demokrasi melalui keberanian menyampaikan pandangan kritis.

“Gunakan ilmu hukum sebagai alat pembebasan. Ingat prinsip Satyam Eva Jayate, pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran intelektual yang terlibat aktif dalam persoalan bangsa, khususnya dalam mengawal nilai keadilan di tengah dinamika sosial dan politik.

Megawati menyebut pemikiran Arief Hidayat mengenai negara hukum sebagai sistem yang hidup relevan dengan tantangan demokrasi saat ini, di mana hukum dituntut tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan akademisi, di antaranya Mahfud MD, Saldi Isra, Yasonna Laoly, Zudan Arif Fakrulloh, Ketua MK Suhartoyo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo.

Pidato Megawati dalam forum akademik tersebut memperlihatkan bagaimana isu demokrasi, penegakan hukum, dan penguatan institusi negara masih menjadi bagian penting dalam diskursus politik dan kebangsaan Indonesia.

(Yon/mile)

Berita Terkait

Mahasiswa Demo Tolak Pemangkasan Anggaran Pendidikan untuk MBG di Depan Kemendiktisaintek
DPR Dorong Program Sekolah Rakyat Berkelanjutan, Anak Jalanan Jadi Prioritas Utama
Klaim Kemenangan Dipertanyakan, Oposisi Israel Nilai Netanyahu Gagal di Perang Iran
Komisi XIII DPR Rapatkan Pemulihan Korban HAM, Libatkan Sejumlah Kementerian
Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat
Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna
Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026
Muscab PKB Blitar Memanas, Nama Ketua Petahana Tak Muncul di Daftar Awal
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:32 WIB

Mahasiswa Demo Tolak Pemangkasan Anggaran Pendidikan untuk MBG di Depan Kemendiktisaintek

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:52 WIB

Megawati Sebut Fondasi Lembaga Hukum Dibangun pada Eranya, Tekankan Demokrasi Berbasis Pancasila

Senin, 27 April 2026 - 01:39 WIB

DPR Dorong Program Sekolah Rakyat Berkelanjutan, Anak Jalanan Jadi Prioritas Utama

Minggu, 12 April 2026 - 07:59 WIB

Klaim Kemenangan Dipertanyakan, Oposisi Israel Nilai Netanyahu Gagal di Perang Iran

Kamis, 2 April 2026 - 04:38 WIB

Komisi XIII DPR Rapatkan Pemulihan Korban HAM, Libatkan Sejumlah Kementerian

Rabu, 1 April 2026 - 19:13 WIB

Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 - 19:02 WIB

Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna

Senin, 30 Maret 2026 - 00:40 WIB

Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB