PAD Wisata Trenggalek Terpeleset, DPRD Nilai Disparbud Kehilangan Sense of Crisis

- Pewarta

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Penurunan pendapatan sektor pariwisata di Kabupaten Trenggalek bukan sekadar dampak cuaca atau pelemahan ekonomi. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya kepekaan dan respons Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dalam membaca perubahan lapangan.

Hingga memasuki awal Desember 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata masih tertahan di kisaran 60 persen dari target Rp 9 miliar. Angka itu memicu kekhawatiran DPRD, sebab sisa waktu yang kian sempit membuat peluang menutup target semakin tipis.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, menilai situasi tersebut harus dibaca sebagai alarm keras, bukan dianggap sebagai rutinitas tahunan.

“Kalau pendapatan turun, jangan langsung berlindung di balik alasan cuaca atau ekonomi. Harus ada kajian serius, apa yang salah di internal pengelolaan,” tegasnya.

Menurutnya, penurunan kunjungan wisatawan bisa berakar dari persoalan mendasar, mulai dari kualitas perawatan destinasi, fasilitas yang stagnan, hingga akses menuju kawasan wisata yang kurang diperhatikan.

Namun yang lebih krusial, DPRD juga menyoroti potensi kebocoran dalam pengelolaan pendapatan. Ia menegaskan bahwa lemahnya pengawasan berpotensi membuat PAD bocor tanpa terdeteksi.

“Pengawasan itu bukan formalitas. Inspektorat, ASN, dan dinas teknis punya tanggung jawab memastikan setiap rupiah dari sektor wisata benar-benar masuk kas daerah,” katanya.

Mugianto mengakui faktor eksternal seperti daya beli masyarakat dan munculnya destinasi baru di daerah lain memang memengaruhi arus wisatawan. Namun ia menilai faktor tersebut tidak bisa dijadikan kambing hitam tunggal.

“Kalau semua daerah terdampak, pertanyaannya kenapa penurunan di Trenggalek terasa lebih berat? Ini yang harus dijawab dengan data dan evaluasi, bukan asumsi,” ujarnya.

DPRD pun mendorong Disparbud untuk keluar dari pola kerja administratif dan lebih aktif turun ke lapangan. Kontrol langsung terhadap kondisi destinasi dinilai penting agar persoalan teknis tidak menumpuk hingga berdampak pada pendapatan.

“Kalau hanya menunggu laporan, ya terlambat. Harus sering turun, cek langsung, evaluasi fasilitas, lihat potensi masalah di lapangan,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan agar jajaran terkait tidak bersikap pasrah terhadap tren penurunan. Menurutnya, sektor pariwisata seharusnya adaptif dan responsif terhadap perubahan perilaku wisatawan.

“Jangan menerima kondisi apa adanya. Kalau PAD turun, harus dicari penyebabnya sampai ke akar, lalu dibenahi,” pungkasnya.

Sementara itu, Disparbud Trenggalek mengakui adanya pelemahan sektor pariwisata sepanjang 2025. Plt Kepala Disparbud, Edi Santoso, menyebut kondisi serupa juga dialami sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Namun DPRD menilai, pengakuan tersebut belum cukup tanpa disertai langkah konkret dan strategi pemulihan yang terukur.

Dengan sisa waktu menuju akhir tahun yang kian terbatas, sorotan kini mengarah pada kemampuan Disparbud membuktikan bahwa penurunan PAD bukan akibat kelalaian pengelolaan, melainkan benar-benar faktor eksternal yang telah diantisipasi secara maksimal.

(Gun).

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB