Pengukuhan Pemangku Adat di Trenggalek: Simbol Kebangkitan Budaya Daerah

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily — Suasana penuh makna menyelimuti Pendopo Manggala Praja Nugraha saat digelar pengukuhan pengurus Pemangku Adat Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi simbol kebangkitan budaya dan komitmen kuat masyarakat untuk melestarikan kearifan lokal warisan leluhur.

Menjaga Jejak Sejarah dan Kearifan Lokal

Sunari, selaku Ketua Pemangku Adat Trenggalek, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan langkah nyata untuk menjaga nilai-nilai adat dan sejarah daerah. Ia menuturkan, salah satu situs penting di Trenggalek adalah Situs Ngodalan di Kecamatan Kampak, yang memiliki prasasti peninggalan sejarah penting.

“Ini menjadi niat tulus kami untuk melestarikan kearifan lokal. Kita memiliki sejarah yang luar biasa, dari empu Sendok hingga masa Kertajaya Kediri. Jangan sampai sejarah yang lebih tua ini hilang dari ingatan,” ujar Sunari.

Ia juga menambahkan, para pinisepuh dan pemangku adat berkomitmen untuk terus ngugemi dan memetri budaya leluhur, menjaga agar nilai-nilai tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dari Keraton ke Pesisir: Warisan Dua Budaya

Trenggalek memiliki posisi budaya yang unik. Wilayah selatan daerah ini lebih dekat dengan pengaruh Mataram Yogyakarta, sementara bagian utara cenderung memiliki hubungan historis dengan Surakarta (Solo).

Sunari mengungkapkan, ke depan pihaknya akan mengadopsi nilai-nilai luhur dari dua keraton besar tersebut, disesuaikan dengan karakter masyarakat Trenggalek yang berada di wilayah pesisiran. Hal ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperkaya khazanah tradisi Jawa.

Peran Pemangku Adat dalam Tradisi Lokal

Pemangku adat di Trenggalek akan berperan aktif dalam berbagai kegiatan tradisi masyarakat, seperti:

Ngitung Batih di Kecamatan Dongko

Kirab Kembar Mayang di Bendungan

Metri Sumber di Ngodalan

Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi simbol keselarasan manusia dengan alam, sekaligus wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Air Sebagai Sumber Kehidupan dan Simbol Kesucian

Menjelang peringatan Hari Jadi Trenggalek beberapa waktu lalu, Bupati Nur Arifin juga menunjukkan perhatian besar terhadap budaya lokal dengan melakukan metri sumber di berbagai wilayah — seperti Kampak, Dongko, Bendungan, dan Pule.

“Air memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan masyarakat. Dengan melestarikan tradisi metri sumber, kita juga menjaga keseimbangan alam,” jelas Sunari.

Rencana Pengembangan Budaya Daerah

Ke depan, Pemangku Adat Trenggalek berencana mengajukan kegiatan berbasis kearifan lokal kepada Pemerintah Kabupaten dan Dinas Pariwisata. Salah satunya adalah kegiatan ceremonial malam tahun baru bernuansa budaya, dengan rangkaian acara seperti doa bersama dengan seribu lilin, pertunjukan jaranan, turonggo yakso, ketoprak, dan wayang kulit.

“Intinya, malam tahun baru nanti kita isi dengan kegiatan murwokolo atau ngruwat — sebagai bentuk penyucian diri dan doa untuk tahun yang lebih baik,” pungkas Sunari.

Makna di Balik Pengukuhan Pemangku Adat

Pengukuhan Pemangku Adat di Trenggalek bukan sekadar pelantikan, tetapi juga menjadi tonggak kebangkitan budaya daerah. Di tengah arus modernisasi, langkah ini menunjukkan bahwa masyarakat Trenggalek masih berpegang pada akar tradisi — menjaga keseimbangan antara masa lalu dan masa depan.

Berita Terkait

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan
Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua
Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat
Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna
Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026
Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam
Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026
Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:30 WIB

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan

Rabu, 1 April 2026 - 19:19 WIB

Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua

Rabu, 1 April 2026 - 19:13 WIB

Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 - 19:02 WIB

Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna

Senin, 30 Maret 2026 - 08:29 WIB

Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:49 WIB

Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Senin, 30 Maret 2026 - 00:40 WIB

Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:30 WIB

Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terbaru