Pengukuhan Pemangku Adat di Trenggalek: Simbol Kebangkitan Budaya Daerah

- Pewarta

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily — Suasana penuh makna menyelimuti Pendopo Manggala Praja Nugraha saat digelar pengukuhan pengurus Pemangku Adat Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi simbol kebangkitan budaya dan komitmen kuat masyarakat untuk melestarikan kearifan lokal warisan leluhur.

Menjaga Jejak Sejarah dan Kearifan Lokal

Sunari, selaku Ketua Pemangku Adat Trenggalek, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan langkah nyata untuk menjaga nilai-nilai adat dan sejarah daerah. Ia menuturkan, salah satu situs penting di Trenggalek adalah Situs Ngodalan di Kecamatan Kampak, yang memiliki prasasti peninggalan sejarah penting.

“Ini menjadi niat tulus kami untuk melestarikan kearifan lokal. Kita memiliki sejarah yang luar biasa, dari empu Sendok hingga masa Kertajaya Kediri. Jangan sampai sejarah yang lebih tua ini hilang dari ingatan,” ujar Sunari.

Ia juga menambahkan, para pinisepuh dan pemangku adat berkomitmen untuk terus ngugemi dan memetri budaya leluhur, menjaga agar nilai-nilai tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dari Keraton ke Pesisir: Warisan Dua Budaya

Trenggalek memiliki posisi budaya yang unik. Wilayah selatan daerah ini lebih dekat dengan pengaruh Mataram Yogyakarta, sementara bagian utara cenderung memiliki hubungan historis dengan Surakarta (Solo).

Sunari mengungkapkan, ke depan pihaknya akan mengadopsi nilai-nilai luhur dari dua keraton besar tersebut, disesuaikan dengan karakter masyarakat Trenggalek yang berada di wilayah pesisiran. Hal ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperkaya khazanah tradisi Jawa.

Peran Pemangku Adat dalam Tradisi Lokal

Pemangku adat di Trenggalek akan berperan aktif dalam berbagai kegiatan tradisi masyarakat, seperti:

Ngitung Batih di Kecamatan Dongko

Kirab Kembar Mayang di Bendungan

Metri Sumber di Ngodalan

Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi simbol keselarasan manusia dengan alam, sekaligus wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Air Sebagai Sumber Kehidupan dan Simbol Kesucian

Menjelang peringatan Hari Jadi Trenggalek beberapa waktu lalu, Bupati Nur Arifin juga menunjukkan perhatian besar terhadap budaya lokal dengan melakukan metri sumber di berbagai wilayah — seperti Kampak, Dongko, Bendungan, dan Pule.

“Air memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan masyarakat. Dengan melestarikan tradisi metri sumber, kita juga menjaga keseimbangan alam,” jelas Sunari.

Rencana Pengembangan Budaya Daerah

Ke depan, Pemangku Adat Trenggalek berencana mengajukan kegiatan berbasis kearifan lokal kepada Pemerintah Kabupaten dan Dinas Pariwisata. Salah satunya adalah kegiatan ceremonial malam tahun baru bernuansa budaya, dengan rangkaian acara seperti doa bersama dengan seribu lilin, pertunjukan jaranan, turonggo yakso, ketoprak, dan wayang kulit.

“Intinya, malam tahun baru nanti kita isi dengan kegiatan murwokolo atau ngruwat — sebagai bentuk penyucian diri dan doa untuk tahun yang lebih baik,” pungkas Sunari.

Makna di Balik Pengukuhan Pemangku Adat

Pengukuhan Pemangku Adat di Trenggalek bukan sekadar pelantikan, tetapi juga menjadi tonggak kebangkitan budaya daerah. Di tengah arus modernisasi, langkah ini menunjukkan bahwa masyarakat Trenggalek masih berpegang pada akar tradisi — menjaga keseimbangan antara masa lalu dan masa depan.

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB