Proyek Uruk Sekolah Rakyat Trenggalek Kembali Disorot, Warga Keluhkan Jalan Rusak akibat Truk Proyek

- Pewarta

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK, Lumineerdaily.com – Proyek pengurukan lahan calon Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek kembali memantik kritik publik. Setelah proses tender sebelumnya dinyatakan gagal, kini warga Desa Ngares hingga para pedagang dan pengunjung Pasar Basah Trenggalek mengeluhkan kerusakan jalan yang kian parah akibat lalu lintas truk pengangkut tanah urug.

Pantauan lapangan menunjukkan kondisi jalan menuju Pasar Basah semakin tidak layak dilalui. Permukaan aspal bergelombang, ambles di sejumlah titik, dan berlubang cukup dalam. Warga menduga kerusakan itu dipicu intensitas truk bermuatan berat yang hilir mudik membawa material tanah dari kawasan Sungai Temon.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Anjang Purwoko, tidak menampik bahwa kerusakan tersebut merupakan imbas langsung aktivitas proyek.

“Volume kendaraan bertonase besar tentu punya dampak terhadap jalan yang dilewati. Ini tidak bisa dihindari,” ujar Anjang.

Menurutnya, proyek penataan lahan telah berjalan sejak kontrak resmi diteken pada 6 November. Namun, sebelum sampai pada tahap pelaksanaan, proses tender cepat yang digelar Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) justru gagal total karena tak ada satu pun penyedia yang lolos evaluasi teknis.

“Setelah tender cepat gagal, berkas dikembalikan ke kami. Sementara waktu pengerjaan sangat terbatas, sehingga kami harus mengambil langkah cepat,” ungkapnya.

PUPR kemudian beralih menggunakan mekanisme katalog elektronik dengan skema mini kompetisi. Metode ini dinilai lebih praktis dan segera menemukan penyedia yang memenuhi syarat. Total anggaran penataan lahan mencapai Rp2,5 miliar yang mencakup perencanaan dan pekerjaan fisik.

Namun percepatan proyek itu justru berimbas pada warga. Banyak pengendara mengaku kerepotan akibat jalan yang rusak. Sebagian kendaraan roda dua terperosok di titik-titik amblasan. Protes pun mulai mencuat dari warga yang merasa aktivitas harian mereka terganggu.

Menanggapi keluhan itu, PUPR telah memerintahkan kontraktor untuk melakukan penanganan darurat.

“Jika kerusakan jalan mengganggu warga, penyedia wajib melakukan perbaikan sementara. Itu sudah kami sampaikan,” tegas Anjang.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek, lanjutnya, memastikan kerusakan permanen tidak akan dibiarkan berlarut. PUPR telah memasukkan perbaikan permanen Jalan Desa Ngares ke dalam daftar prioritas APBD 2026, termasuk di area sekitar Sungai Temon.

Anjang mengakui kerusakan jalan akibat proyek urukan bersekala besar hampir selalu terjadi. Namun ia menegaskan bahwa dampak tersebut bukan beban yang akan ditanggung warga sendirian.

“Setelah pekerjaan urugan selesai, perbaikan permanen akan kami prioritaskan melalui APBD 2026. Termasuk titik-titik yang rusak cukup parah,” jelas pejabat yang juga menjabat sebagai Kabid Bina Marga dan Jasa Konstruksi itu.

Meski pemerintah berjanji melakukan pemulihan, warga berharap langkah perbaikan tidak menunggu proyek rampung. Pasalnya, kondisi jalan saat ini sudah mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan Pasar Basah Trenggalek.

(GN).

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB