Seribu Ketupat Diarak di Durenan, Tradisi Kupatan Jadi Magnet Warga dan Penggerak Ekonomi Lokal

- Pewarta

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Tradisi Kupatan di Kecamatan Durenan kembali digelar dengan skala besar. Ribuan ketupat hasil swadaya masyarakat akan diarak dalam kirab budaya yang menjadi agenda rutin H+7 Idul Fitri.

Kegiatan ini tidak sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong warga. Ketupat-ketupat yang disusun dalam bentuk tumpeng raksasa merupakan hasil partisipasi masyarakat dari berbagai penjuru desa.

Panitia pelaksana, Rahmat, menjelaskan bahwa konsep kirab tahun ini tetap mempertahankan nilai tradisional, namun dikemas lebih variatif agar menarik minat generasi muda dan pengunjung luar daerah.

“Semua ketupat berasal dari warga. Ini memang tradisi turun-temurun, jadi masyarakat ikut terlibat langsung,” ujarnya, kamis (26/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, kirab akan menampilkan beberapa tumpeng utama dengan karakter berbeda. Selain ketupat sebagai ikon utama, juga disiapkan susunan hasil bumi dan aneka jajanan yang menyasar kalangan anak-anak.

Arak-arakan dijadwalkan melintasi sejumlah titik penting desa sebelum berakhir di lapangan utama. Salah satu rangkaian yang tetap dipertahankan adalah doa bersama di lingkungan pondok pesantren setempat sebagai bentuk ungkapan syukur.

Tradisi Kupatan di Durenan dikenal telah berlangsung lebih dari dua abad. Dalam perkembangannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mulai menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan.

Rangkaian acara pendukung seperti bazar UMKM, pertunjukan seni, hingga hiburan rakyat turut menyedot perhatian. Pelaku usaha kecil memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan penjualan, sementara pengunjung dari luar daerah menambah perputaran ekonomi lokal.

Meski demikian, skala kegiatan yang semakin besar juga menuntut pengelolaan yang lebih profesional. Mulai dari pengaturan arus pengunjung, kebersihan lingkungan, hingga keamanan selama acara berlangsung menjadi perhatian utama panitia dan pemerintah setempat.

Di tengah modernisasi, tradisi Kupatan Durenan menunjukkan bahwa kearifan lokal masih memiliki daya tarik kuat. Namun, keberlanjutan tradisi ini ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara nilai budaya dan pengelolaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

(gun).

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB