Tenda Pengungsian Gaza Roboh Akibat Hujan Pertama Musim Dingin, Keluarga Terancam Tanpa Perlindungan

- Pewarta

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musim dingin yang baru dimulai membawa penderitaan lebih bagi ribuan keluarga pengungsi di Gaza. Hujan deras yang turun pada Jumat pagi menyebabkan tenda-tenda pengungsian yang sudah rapuh, tempat berlindung bagi sebagian besar pengungsi, tidak mampu menahan beban. Akibatnya, ratusan tenda terendam banjir dan roboh, meninggalkan banyak keluarga tanpa perlindungan sama sekali.

Dalam hitungan menit, tenda yang seharusnya menjadi tempat berlindung berubah menjadi genangan lumpur, menghalangi langkah anak-anak dan membasahi para ibu yang berusaha melindungi barang-barang mereka. Sementara itu, sebagian pengungsi harus berjuang keras untuk menyelamatkan sisa-sisa alas tidur mereka dengan menumpuk batu dan pasir di bawahnya agar tidak terendam air.

Penderitaan ini datang setelah dua tahun lamanya keluarga-keluarga pengungsi bertahan hidup di tengah kelaparan dan serangan militer Israel yang tak kunjung reda. Kini, hujan yang turun justru memperburuk kondisi mereka, menambah lapisan kesulitan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memuncak.

Kondisi Kamp Pengungsian yang Semakin Parah

Sebagian besar pengungsi di Gaza kini tinggal di kamp-kamp pengungsian yang tidak memiliki infrastruktur memadai untuk menghadapi cuaca ekstrem. Banyak dari tenda-tenda yang digunakan sudah sangat tua dan rusak. Kantor media pemerintah Gaza melaporkan bahwa sekitar 93 persen dari total 135.000 tenda yang ada kini sudah tidak layak huni, dengan lebih dari 125.000 tenda yang rusak.

Abu Alaa, seorang pria lanjut usia asal Gaza yang tinggal di salah satu kamp pengungsian, mengaku kebingungan setelah tendanya terendam banjir. “Tenda dan alas tidur penuh air,” kata Abu Alaa dengan suara serak. Rumahnya di Gaza utara telah hancur akibat serangan militer Israel, dan ia tidak diizinkan kembali oleh pasukan Israel.

Keputusasaan di Tengah Keterbatasan Sumber Daya

Mohammed al-Jarousha, seorang pengungsi lainnya, menceritakan bagaimana kondisi keuangan yang semakin sulit membuatnya tidak mampu membeli plastik pelapis untuk melindungi tendanya. “Kami kebanjiran. Kami butuh solusi,” ujarnya, sambil mengungkapkan keputusasaannya. “Kami melewati genosida, dan sekarang kami menghadapi yang lain lagi.”

Hal serupa juga dialami oleh Sabir Qawas, seorang ayah yang memiliki putri berusia dua tahun yang menderita kanker. Ia menceritakan bahwa tenda tempat tinggalnya ambruk akibat badai. “Kami tinggal di jalanan sekarang. Tidak ada yang datang memberikan bantuan,” ungkapnya dengan penuh rasa frustasi.

Sejak dimulainya konflik besar pada Oktober 2023, lebih dari 69.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan udara Israel, dengan lebih dari 170.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, ratusan ribu warga Palestina terpaksa mengungsi, sementara blokade Israel terus memperburuk akses terhadap bantuan kemanusiaan.

Garis Kuning dan Pemisahan Wilayah Gaza

Kondisi kemanusiaan ini semakin diperburuk dengan adanya “garis kuning,” sebuah zona yang memisahkan wilayah yang masih berada di bawah kendali militer Israel di bagian timur Gaza dari wilayah yang boleh diakses oleh warga Palestina di bagian barat. Meskipun zona tersebut dibuat dalam kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, pasukan Israel kerap menargetkan warga Palestina yang mendekati garis tersebut, meskipun mereka tidak melintas ke wilayah terlarang.

Garis kuning ini semakin membatasi ruang hidup warga Palestina yang sudah terkurung dalam kondisi yang semakin memprihatinkan, dengan akses terbatas terhadap barang-barang esensial dan layanan dasar.

Pentingnya Bantuan Internasional

Penyediaan bantuan internasional menjadi semakin mendesak, namun terbatasnya akses ke wilayah-wilayah yang terdampak serta pembatasan yang diberlakukan oleh Israel membuat distribusi bantuan menjadi semakin sulit. Organisasi-organisasi kemanusiaan dan masyarakat internasional harus lebih aktif dalam memberikan bantuan kepada pengungsi yang kini berada dalam ancaman cuaca buruk dan kekurangan sumber daya.

Sebagai bagian dari upaya merespons situasi ini, masyarakat dunia diharapkan untuk terus menekan negara-negara yang terlibat agar memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pengungsi di Gaza, serta memastikan adanya akses kemanusiaan yang lebih baik untuk mereka yang membutuhkan. (Sumber Anadolu)

Berita Terkait

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh
Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah
Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat
Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres
Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:01 WIB

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:41 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

Senin, 4 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:50 WIB

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:33 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:28 WIB

Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB

Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB