Trenggalek Luncurkan Program “Sangu Sampah”, Pelajar Dapat Uang Saku dari Hasil Pilah Sampah

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek meluncurkan inovasi baru dalam kampanye lingkungan dengan menggagas Program Sangu Sampah, sebuah skema yang memberikan uang saku kepada pelajar dari hasil pengumpulan dan pemilahan sampah. Program ini digagas langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, sebagai bagian dari upaya daerah menuju target Net Zero Carbon 2045.

Program tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Trenggalek Nomor 100.3.4.2/2199/406.002.1/2025 dan dijadwalkan resmi diluncurkan pada 21 Desember 2025.

Menurut Mas Ipin, inisiatif ini dirancang untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah di kalangan pelajar. “Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, dan membangun budaya memilah serta mengumpulkan sampah,” ujarnya.

Untuk menjalankan skema tersebut, Pemkab Trenggalek menggandeng dua BUMD, PT JET dan BPR Jwalita. PT JET bertugas mengolah sampah menjadi nilai ekonomi, sementara BPR Jwalita mendistribusikan nilai tersebut ke siswa dalam bentuk uang saku.

Program Sangu Sampah akan diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Trenggalek. Setiap lembaga pendidikan diwajibkan menyediakan fasilitas pemilahan sampah berdasarkan delapan kategori yang telah ditetapkan. Pelajar dapat membawa sampah sesuai kategori, yang kemudian akan ditimbang dan dinilai menjadi poin. Poin tersebut nantinya bisa dikonversikan menjadi uang yang dapat digunakan untuk kebutuhan sekolah atau ditabung.

Mas Ipin menjelaskan bahwa fokus program kepada pelajar bukan tanpa alasan. Menurutnya, pendidikan karakter harus mencakup kepedulian terhadap lingkungan. “Kesadaran lingkungan harus dipahami sejak usia dini, sebagai bagian dari pendidikan karakter,” tuturnya.

Ia menambahkan, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan hidup dan perekonomian masyarakat. “Saya ingin menanamkan kepada siswa, bahwa jika kita baik dengan alam, maka alam akan memberikan hal baik kepada kita,” katanya menutup penjelasan.

(GN).

Berita Terkait

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan
Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek
PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun
Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan
Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan
Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah
Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong
DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:56 WIB

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:09 WIB

Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:37 WIB

PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:26 WIB

Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:30 WIB

Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:17 WIB

Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:05 WIB

Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:00 WIB

DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terbaru