Trenggalek, Lumineerdaily – Anggota DPR RI Novita Hardini mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Trenggalek untuk naik kelas menjadi Industri Kecil Menengah (IKM) yang ramah lingkungan atau “IKM hijau”. Dorongan ini disampaikan saat Novita meninjau Aby Culinary, salah satu IKM percontohan di wilayah tersebut, Senin lalu.
Menurut Novita, transformasi UMKM menjadi IKM hijau bisa dicapai melalui pendampingan pengolahan limbah yang dilakukan bersama Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Surabaya, Kementerian Perindustrian. Pendampingan tersebut mencakup pelatihan pengolahan limbah, peningkatan kualitas produk, hingga penyediaan peralatan untuk mengubah limbah tulang dan kulit ikan menjadi produk bernilai tambah, seperti bahan pakan ternak.
“Hari ini kita melihat Aby Culinary bukan hanya berkembang sebagai UMKM, tetapi sudah naik kelas menjadi IKM hijau karena mampu mengubah limbah menjadi nilai ekonomis,” ujar Novita. Ia menekankan bahwa keberhasilan usaha ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak sejak awal pendampingan.
Pemilik Aby Culinary, Sri Utami Dewi, menceritakan usahanya berdiri sejak 2017 dan banyak mengalami perkembangan melalui program pembinaan pemerintah. “Dulu limbah ikan menjadi masalah karena tidak tahu harus bagaimana mengolahnya. Setelah mendapatkan pendampingan dari BSPJI, semua limbah kini bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi,” kata Sri Utami.
Kepala BSPJI Surabaya, Ransi Pasae, menambahkan bahwa inovasi dan semangat belajar menjadi faktor penting keberhasilan IKM tersebut. “Limbah yang awalnya dianggap tidak berguna kini bisa menjadi komoditas ekonomi. Inilah yang ingin kami dorong agar lebih banyak pelaku UMKM meniru,” ujar Ransi.
Novita menekankan pentingnya pengelolaan limbah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Kita tidak bisa hanya memikirkan keuntungan jangka pendek tanpa memperhatikan dampaknya bagi generasi mendatang. Program ini memastikan ekonomi tetap tumbuh tanpa merusak lingkungan,” jelasnya.
Sri Utami pun mengingatkan pelaku UMKM lain untuk terus berinovasi. “Pasar selalu berubah. Kuncinya adalah terus belajar, mengikuti pelatihan, dan memperkuat strategi pemasaran,” ujarnya.







