Vance Sampaikan Kekhawatiran Stok Rudal AS ke Trump, Muncul Perbedaan Pandangan di Internal Pemerintahan

- Pewarta

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dokumentasi

Foto Dokumentasi

WASHINGTON – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance disebut menyampaikan kekhawatiran terkait ketersediaan rudal kepada Presiden Donald Trump di tengah situasi keamanan yang masih dipengaruhi konflik dengan Iran.

Informasi tersebut muncul dalam laporan majalah The Atlantic yang mengutip sejumlah sumber di lingkaran pemerintahan. Dalam laporan itu disebutkan, Vance menilai ada sejumlah hal yang perlu dicermati lebih jauh, khususnya terkait akurasi laporan militer dan kondisi riil di lapangan.

Meski demikian, penyampaian itu disebut sebagai pandangan pribadi dan bukan tudingan langsung kepada pejabat pertahanan. Vance disebut tetap menghormati laporan resmi dari Pentagon, namun merasa perlu menyampaikan sudut pandang lain kepada presiden.

Perbedaan Penilaian Soal Kondisi Militer

Dalam beberapa kesempatan, Trump menyampaikan bahwa kekuatan militer Iran telah melemah secara signifikan. Ia juga menyebut operasi militer yang dilakukan berhasil menekan kemampuan lawan, termasuk di sektor udara dan laut.

Namun, sejumlah analisis menunjukkan gambaran yang tidak sepenuhnya sama. Lembaga kajian Center for Strategic and International Studies memperkirakan pemulihan stok rudal Amerika Serikat bisa memakan waktu hingga beberapa tahun, terutama karena proses produksi yang panjang dan meningkatnya kebutuhan global.

Selain itu, sebelum konflik berlangsung pun, stok yang tersedia disebut tidak terlalu besar untuk menghadapi skenario konflik jangka panjang.

Tekanan dari Serangan Berbiaya Rendah

Dalam dinamika konflik terakhir, salah satu tantangan yang muncul adalah penggunaan drone dan rudal berbiaya relatif rendah. Serangan jenis ini dinilai mampu menguras sistem pertahanan yang jauh lebih mahal, termasuk rudal pencegat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesiapan militer dalam jangka menengah, terutama jika intensitas konflik meningkat.

Kondisi Iran Disebut Masih Bertahan

Sejumlah penilaian intelijen yang beredar menyebut kemampuan militer Iran belum sepenuhnya melemah. Beberapa sektor strategis, seperti rudal balistik dan armada laut tertentu, disebut masih beroperasi.

Wilayah strategis seperti Selat Hormuz juga tetap menjadi perhatian, mengingat perannya dalam jalur distribusi energi global dan potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Respons Pemerintah

Pihak Pentagon melalui juru bicara Sean Parnell menegaskan bahwa informasi yang disampaikan kepada presiden telah mencakup berbagai aspek penting, termasuk perkembangan terbaru di lapangan.

Sementara itu, dari lingkungan pemerintahan disebutkan bahwa Presiden Trump tetap menerima laporan yang ada dan tidak mempersoalkan perbedaan pandangan yang muncul.

Dinamika yang Masih Berjalan

Perbedaan pandangan di dalam pemerintahan bukan hal baru dalam pengambilan keputusan strategis, terutama terkait isu pertahanan. Diskusi semacam ini justru kerap menjadi bagian dari proses untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh.

Situasi saat ini menunjukkan bahwa meski konflik mereda setelah adanya gencatan senjata, perhatian terhadap kesiapan militer dan stabilitas kawasan masih terus berlanjut.

Ke depan, perkembangan kondisi ini akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik serta langkah yang diambil masing-masing pihak dalam menjaga keseimbangan di kawasan.

Sumber: Anadolu

Berita Terkait

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh
Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah
Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat
Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres
Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:01 WIB

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:41 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

Senin, 4 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:50 WIB

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:33 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:28 WIB

Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB

Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB