Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

- Pewarta

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Dinas Kesehatan Tulungagung memastikan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) meski temuan kasus campak mulai teridentifikasi. Hingga akhir Maret 2026, tercatat puluhan anak masuk kategori suspek, dengan satu kasus terkonfirmasi melalui uji laboratorium awal.

Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, menyampaikan jumlah suspek campak mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Dari temuan awal sebelum masa libur Lebaran, angka tersebut bertambah menjadi 44 anak yang menunjukkan gejala mengarah ke campak.

Seluruh kasus tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengambilan spesimen untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan dilakukan melalui sampel darah dan sebagian melalui sampel lain yang dikirim ke laboratorium rujukan di Surabaya.

Hasil sementara menunjukkan satu anak dinyatakan positif campak. Namun, Dinkes menegaskan hasil tersebut masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pemeriksaan serum darah yang menjadi acuan utama dalam penegakan diagnosis.

“Pemeriksaan laboratorium masih berproses. Untuk penetapan pasti, kami tetap mengacu pada hasil spesimen darah,” kata Desi.

Langkah cepat langsung dilakukan setelah temuan tersebut. Tim kesehatan diterjunkan untuk melakukan pelacakan (tracing) di lingkungan tempat tinggal dan sekolah anak yang terindikasi positif. Hasil penelusuran sementara belum menunjukkan adanya penyebaran lanjutan.

Meski demikian, Dinkes menegaskan bahwa kondisi saat ini belum memenuhi kriteria untuk penetapan KLB. Penentuan status tersebut tidak hanya didasarkan pada jumlah kasus, tetapi juga mempertimbangkan faktor penyebaran dan keputusan pemerintah daerah.

Di tingkat provinsi, beberapa wilayah telah lebih dulu menetapkan status KLB dan menjalankan respons khusus. Sementara Tulungagung masih berada pada tahap pengendalian dan pemantauan intensif.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes kini fokus pada pendataan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap. Program imunisasi kejar dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat guna menekan potensi penyebaran.

Pihak kesehatan menegaskan bahwa imunisasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah campak, terutama pada kelompok usia balita yang rentan.

Dengan peningkatan jumlah suspek, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci. Pemerintah daerah meminta orang tua segera memeriksakan anak jika muncul gejala seperti demam dan ruam, serta memastikan status imunisasi terpenuhi.

Situasi masih terkendali, namun tren kenaikan kasus menjadi peringatan dini—bahwa pengawasan dan pencegahan tidak boleh lengah.

(gun).

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru