Tulungagung, Lumineerdaily.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (11/9/2026), dimanfaatkan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin untuk mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar nilai keteladanan Rasulullah tidak berhenti dalam kegiatan keagamaan.
Di hadapan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat struktural dan pegawai Pemkab Tulungagung, Ahmad menekankan pentingnya disiplin, kejujuran, tanggung jawab dan sikap melayani masyarakat dalam menjalankan pekerjaan pemerintahan.
Menurut Ahmad, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H seharusnya menjadi ruang untuk kembali melihat keteladanan Rasulullah, termasuk dalam hal kepemimpinan dan menjalankan amanah.
“Kejujuran, amanah, keadilan, disiplin, kepedulian, dan semangat melayani hendaknya menjadi karakter kita bersama,” kata Ahmad.
Ia kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan pekerjaan sehari-hari aparatur pemerintah. Pemerintahan, kata dia, tidak mungkin berjalan hanya dengan mengandalkan pimpinan. Setiap pegawai memiliki tugas dan tanggung jawab yang ikut menentukan tercapai atau tidaknya program pembangunan.
Karena itu, Ahmad meminta kepala OPD memastikan program di masing-masing organisasi berjalan sesuai target. Ia juga mengingatkan pentingnya kekompakan dan disiplin dalam bekerja.
“Mari kita jaga kekompakan dan tingkatkan disiplin dalam melaksanakan tugas. Disiplin tidak hanya disiplin waktu, tapi disiplin dalam semuanya,” tegasnya.
Ahmad juga meminta para kepala OPD memberikan arahan yang jelas kepada jajaran di bawahnya. Dengan pembagian tugas dan instruksi yang berjalan baik, pelaksanaan program di setiap OPD diharapkan tidak keluar dari target pembangunan yang telah ditetapkan.
Pesan lain disampaikan Ahmad terkait penggunaan teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat aparatur maupun masyarakat perlu memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan menyaring serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Ia mengajak jajaran Pemkab Tulungagung tidak meninggalkan nilai keimanan dan akhlak ketika berhadapan dengan perkembangan teknologi.
“Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kita harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keimanan, akhlak yang baik, serta kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain mengingatkan aparatur, Ahmad mengajak masyarakat Tulungagung memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan. Ia menyebut pentingnya ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah sebagai bagian dari kehidupan bersama.
“Mari kita jaga persatuan dan kerukunan, menghargai perbedaan, serta bersama-sama menciptakan suasana kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian,” katanya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Tulungagung Tri Hariadi, jajaran kepala OPD, camat, pejabat struktural serta tamu undangan lainnya. Pengasuh Ponpes MIA, KH Nasihudin Alwy, hadir sebagai penceramah.
Bagi Ahmad, nilai yang dibawa dalam peringatan Maulid Nabi harus berujung pada perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara aparatur menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
(gun)













